Cari Tahu tentang Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

Fauziah Nurhasanah, 17 November, 2022

Apakah Anda pernah dengar tentang Penyakit Paru Obstruktif Kronis? Penyakit yang juga sering disebut sebagai PPOK atau COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease) ini adalah penyempitan pada saluran napas sehingga menyebabkan berkurangnya aliran udara yang masuk dan keluar dari paru-paru.

Penyempitan ini bisa disebabkan karena adanya kerusakan struktur saluran napas atau paru-paru, lendir yang menghambat saluran napas, hingga radang atau pembengkakan di saluran napas. Saat orang terkena PPOK, maka akan mengalami gejala seperti kesulitan bernapas, batuk kronis, dan rasa lelah (WHO, 2022).

Apa Penyebab PPOK?

PPOK biasanya berkembang semakin parah seiring berjalannya waktu dan biasanya disebabkan karena kombinasi berbagai macam faktor risiko seperti:

  • Asap rokok, baik perokok aktif maupun pasif
  • Paparan terus menerus dari debu, bahan kimia, dan asap
  • Polusi udara seperti sisa bahan bakar kendaraan
  • Asma dan gangguan pernapasan semasa kecil
  • Kondisi genetik langka yang disebut dengan defisiensi alfa-1 antitripsin

(WHO, 2022).

Dari faktor-faktor penyebab tersebut, diketahui penyebab paling utama dari PPOK adalah asap rokok. Orang-orang yang pernah merokok baik itu perokok aktif maupun perokok aktif berpotensi untuk mengalami PPOK. Sebatang rokok mengandung 4000 senyawa kimia beracun dan 43 di antaranya dapat menyebabkan racun (Aulia, 2016).

Gejala dan Komplikasi PPOK

PPOK memiliki beberapa gejala utama meliputi batuk kronis yang berkepanjangan dan seringkali disertai dengan dahak, napas menjadi pendek, dan sulit untuk menghirup udara karena saluran udara yang menyempit.

Gejala yang mengganggu ini menyebabkan orang-orang yang mengalami PPOK sulit untuk melakukan pekerjaan yang butuh tenaga lebih dan kadang kala memerlukan suplai oksigen dari tabung oksigen portable untuk menunjang sistem pernapasan.

Tak hanya itu, orang-orang yang mengalami PPOK sangat berisiko mudah lupa dan menderita berbagai penyakit lain seperti gagal jantung, diabetes, penyakit jantung koroner, stroke, dan penyakit kronis lainnya (CDC, 2022).

Bagaimana Cara Mengatasi PPOK?

Pengobatan PPOK harus dipantau secara rutin oleh tenaga kesehatan ahli seperti dokter dan apoteker. Beberapa cara untuk mengatasi dan mencegah kambuhnya PPOK adalah sebagai berikut:

  • Berhenti Merokok

Hindari merokok karena asap rokok dapat menjadi racun yang merusak paru-paru. Selain merusak diri sendiri, asap rokok juga dapat merusak paru-paru orang-orang di sekitar.

  • Gaya Hidup Sehat

Menerapkan gaya hidup sehat penting untuk mengatasi PPOK. Olahraga dan latihan fisik teratur menjadi kunci untuk melatih pernapasan orang-orang yang mengalami PPOK.

  • Hindari Infeksi Paru-paru dan Saluran Napas

Karena kondisi paru-paru dan saluran napas yang kurang baik pada penderita PPOK, maka hindari tempat atau aktivitas yang berisiko menularkan infeksi virus maupun bakteri di saluran napas. Sistem imun di saluran napas yang kurang dapat memperburuk PPOK terutama bila terjadi infeksi.

Selain itu, untuk bantu cegah dan atasi PPOK, dapat menggunakan alternatif herbal yang aman bagi tubuh dengan risiko efek samping minimal. Widya Herbal Indonesia memformulasikan salah satu produk unggulannya, Visuddha Baddhana.

Visuddha Baddhana mengandung jamur cordyceps, sarang walet, dan ginseng yang diekstrak dan dikemas dalam bentuk kapsul sehingga dapat menguatkan saluran napas, memperbaiki sel-sel rusak, memicu pertumbuhan sel baru, serta melindungi dari risiko infeksi paru-paru.

Produk Visuddha Baddhana dapat Anda peroleh melalui Customer Service Widya Herbal Indonesia atau kunjungi laman Produk Widya Herbal Indonesia. Anda juga Anda juga dapat memeroleh informasi terkait Visuddha Baddhana di Website Widya Herbal Indonesia.

Selain itu, Anda dapat mengunduh aplikasi Widya Herbal Indonesia yang dapat diunduh melalui playstore dan appstore yang menyediakan Konsultasi Herbal dan Artikel Kesehatan secara GRATIS!

Penulis: apt. Fauziah Nurhasanah, S.Farm
Ditinjau oleh: apt. Risa Umari Yuli Aliviyanti, M. Pharm., Sci.
Editor: Aries Ikawati Arifah

Sumber:

Aulia. (2016). Kenali Penyakit Paur Obstruktif Kronik (PPOK). Direktorat P2PTM Kemenkes. https://p2ptm.kemkes.go.id/tag/kenali-penyakit-paru-obstruktif-kronik-ppok

CDC. (2022). Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/copd/index.html#:~:text=What is COPD%3F,Americans who have this disease.

WHO. (2022). Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/chronic-obstructive-pulmonary-disease-(copd)

 

 

 

Artikel Lainnya

Autoimun Bisa Masuk Remisi Karena B...

Digital Marketing

23 February 2026

Cegah Penuaan Dini dengan Biji Angg...

Fauziah

03 November 2022

Kala Srenggi, Stem Cell untuk Bantu...

Fauziah

27 October 2022