Ekstrak Sambiloto (Andrographis paniculata): Etnomedisin Terbaik untuk Membantu Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

header

Ekstrak Sambiloto (Andrographis paniculata): Etnomedisin Terbaik untuk Membantu Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Risa Umari Yuli Aliviyanti 03 February, 2022

Angga Kawasa merupakan produk Widya Herbal Indonesia yang bermanfaat untuk membantu meningatkan daya tahan tubuh. Setiap kapsul (500 mg) mengandung:

Andrographis paniculata extract (Ekstrak Sambiloto)
Curcuma domestica extract (Ekstrak Kunyit)
Phyllanthus urinaria extract (Ekstrak Meniran)

Pandemi COVID-19 mendorong masyarakat dunia untuk lebih peduli dan menjaga kesehatan guna meningkatkan kualitas hidupnya. Daya tahan tubuh merupakan fokus terbesar dalam menjaga keberlangsungan hidup manusia. Tidak banyak yang tahu bahwa sambiloto (Andrographis paniculata) merupakan tanaman yang sangat luar biasa dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh secara turun-menurun, sehingga dapat mencegah dan membantu mengobati coronavirus.

Identitas Etnobotani Sambiloto (Andrographis paniculata)
Sambiloto atau yang lebih dikenal di Indonesia sebagai ki pahit memiliki berbagai macam nama di dunia, seperti King of bitters (Inggris), Mahatikta (Sansekerta), Kiryato (Gujarati), Mahatita (Hindi), Fah Talai Jone (Thailand), Senshinren (Jepang) atau Hempedu bumi (Malaysia). Tanaman ini memiliki rasa pahit yang khas, di mana bagian daun dan batangnya telah lama digunakan sebagai pengobatan etnomedisin di Indonesia, Malaysia, China, India, Thailand dan berbagai negara di Asia Tenggara (J. Li et al., 2007). Gambar tanaman sambiloto ditunjukkan oleh Gambar 1.

Gambar 1. Tanaman Sambiloto (Okhuarobo et al., 2014)

Senyawa Fitokimia dalam Ekstrak Sambiloto
Fitokimia (Bahasa Yunani, fito: tanaman dan kimia: kandungan), sehingga senyawa fitokimia merupakan senyawa yang secara alamiah terdapat dalam tanaman (Saxena et al., 2013). Banyak senyawa fitokimia dalam ekstrak sambiloto yang berkhasiat sebagai obat, baik dari bagian akar, batang terlebih pada daun sambiloto. Senyawa fitokimia yang terkandung dalam tiap bagian tanaman sambiloto.

2.a. Senyawa fitokimia yang terkandung dalam daun tanaman sambiloto (Okhuarobo et al., 2014)

 

Gambar 2.b. Senyawa fitokimia yang terkandung dalam batang tanaman sambiloto (Okhuarobo et al., 2014)

Gambar 2.c. Senyawa fitokimia yang terkandung dalam daun maupun batang tanaman sambiloto (Okhuarobo et al., 2014)
Gambar 2.c. Senyawa fitokimia yang terkandung dalam akar maupun batang tanaman sambiloto (Okhuarobo et al., 2014)

Aktivitas Imunostimulan Sambiloto
Ekstrak etanol sambiloto terbukti dapat meningkatkan respon antibodi dan respon sistem imun. Fraksi diklorometan dari ekstrak metanol mampu meningkatkan stimulasi limfosit hingga 52% di mana limfosit diperlukan dalam menjaga imunitas tubuh dengan memerangi bakteri, virus dan racun lainnya (Okhuarobo et al., 2014). Ekstrak etanol sambiloto juga terbukti dapat menghambat pertumbuhan virus SARS-CoV-2 secara in vitro (Sa-ngiamsuntorn et al., 2021).

Data empiris yang didukung studi pustaka secara komprehensif dan mendalam terkait dengan aktivitas sambiloto sebagai imunostimulan, mendukung Research and Development (RnD) Widya Herbal Indonesia memformulasikan sambiloto menjadi salah satu komponen penyusun Angga Kawasa yang berkhasiat sebagai imunostimulan. Aktivitas sambiloto dan berbagai ramuan lain dalam Angga Kawasa sebagai imunostimulan telah kami ujikan melalui laboratorium terstandar dengan parameter-parameter yang sesuai dengan standar BPOM. Produksi dilakukan pada pabrik bersertifikat Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dengan menggunakan sistem otomatis, dengan mesin-mesin modern yang teliti dan menjaga kesterilan produknya.

Daftar Pustaka:
XLi, J., Huang, W., Zhang, H., Wang, X., & Zhou, H. (2007). Synthesis of andrographolide derivatives and their TNF-? and IL-6 expression inhibitory activities. Bioorganic & Medicinal Chemistry Letters, 17(24), 6891–6894. https://doi.org/10.1016/j.bmcl.2007.10.009

Okhuarobo, A., Ehizogie Falodun, J., Erharuyi, O., Imieje, V., Falodun, A., & Langer, P. (2014). Harnessing the medicinal properties of Andrographis paniculata for diseases and beyond: A review of its phytochemistry and pharmacology. Asian Pacific Journal of Tropical Disease, 4(3), 213–222. https://doi.org/10.1016/S2222-1808(14)60509-0

Sa-ngiamsuntorn, K., Suksatu, A., Pewkliang, Y., Thongsri, P., Kanjanasirirat, P., Manopwisedjaroen, S., Charoensutthivarakul, S., Wongtrakoongate, P., Pitiporn, S., Chaopreecha, J., Kongsomros, S., Jearawuttanakul, K., Wannalo, W., Khemawoot, P., Chutipongtanate, S., Borwornpinyo, S., Thitithanyanont, A., & Hongeng, S. (2021). Anti-SARS-CoV-2 Activity of Andrographis paniculata Extract and Its Major Component Andrographolide in Human Lung Epithelial Cells and Cytotoxicity Evaluation in Major Organ Cell Representatives. Journal of Natural Products, 84(4), 1261–1270. https://doi.org/10.1021/acs.jnatprod.0c01324

Saxena, M., Saxena, J., Nema, R., Singh, D., & Gupta, A. (2013). Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry. 1(6), 15.


0 Komentar

  • Tidak ada komentar, jadikan anda orang pertama untuk berkomentar.

Tinggalkan Komentar