Dunia memperingati Hari AIDS Sedunia setiap tanggal 01 Desember tiap tahunnya. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan sekumpulan gejala yang terjadi akibat penurunan sistem imun akibat infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus).
HIV merupakan virus penyebab infeksi yang menyerang sistem imun tubuh manusia, terutama sel darah putih yang berperan penting dalam pertahanan dan imunitas tubuh. Saat virus ini menyerang, maka tubuh akan sulit untuk memperhankan diri dari infeksi lain seperti TBC, infeksi jamur, infeksi bakteri, bahkan kanker.
Asia Tenggara merupakan wilayah dengan penderita HIV terbanyak kedua di dunia. Tingginya penderita HIV di wilayah Asia Tenggara mengharuskan masyarakat Indonesia untuk lebih waspada terhadap virus ini. Di Indonesia sendiri, penderita HIV telah mencapai 50.282 pada 2019, tertinggi sejak 10 tahun terakhir (Kemenkes RI, 2020).

Penularan HIV dapat melalui pertukaran cairan tubuh dengan orang yang terinfeksi. Cairan tubuh yang menularkan HIV meliputi darah, ASI (Air Susu Ibu), semen, dan cairan vagina. Oleh karenanya, HIV dapat ditularkan melalui:
Seks yang tidak aman seperti sering berganti-ganti pasangan seks dan tidak menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom bisa meningkatkan risiko penularan HIV.
Ibu yang menderita HIV dapat menularkan virus tersebut kepada bayi sejak dalam kandungan hingga saat menyusui karena adanya pertukaran cairan tubuh yaitu darah saat masa kehamilan dan ASI saat masa menyusui.
Transfusi darah merupakan salah satu penyebab meningkatnya risiko HIV. Namun, hal ini sudah jarang ditemui karena ada penerapan standarisasi kelayakan donor, termasuk donor darah.
Penggunaan jarum suntik atau syringe bekas atau bergantian dari orang yang terinfeksi HIV yang terkontaminasi darah terinfeksi dapat menularkan virus ini ke dalam tubuh. Jarum suntik ini biasanya digunakan oleh pengguna narkotika dan obat terlarang.
(WHO, 2022).
Dengan berbagai cara penularan HIV tersebut, tentunya penting untuk mencegah agar penularan tersebut tidak terjadi. Berikut adalah berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mencegah HIV.
Cara pencegahan tersebut terangkum dalam ABCDE:

Mari, bersama kita cegah penularan HIV sejak dini. Ingat, yang berbahaya adalah HIV dan AIDS, bukan orang-orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Satukan langkah cegah HIV, semua setara akhiri AIDS.
Apabila Anda menginginkan konsultasi dan informasi lebih dalam tentang HIV, AIDS, dan penyakit lainnya, Anda dapat berkonsultasi secara GRATIS dengan dokter dan apoteker herbal kami di Aplikasi Widya Herbal. Aplikasi Widya Herbal dapat diunduh melalui playstore dan appstore.
Kami berkomitmen untuk selalu menjaga kerahasiaan identitas pengguna Aplikasi Widya Herbal sehingga Anda tidak perlu khawatir untuk berkonsultasi bersama dokter dan apoteker kami.
Salam sehat, panjang umur, serta mulia.
Salam longevity!
Penulis: apt. Fauziah Nurhasanah, S.Farm
Ditinjau oleh: apt. Risa Umari Yuli Aliviyanti, M. Pharm., Sci.
Editor: Aries Ikawati Arifah
Sumber:
Kemenkes RI. (2020). Infodatin HIV AIDS. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 1–8. https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-2020-HIV.pdf
WHO. (2022). HIV. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hiv-aids