Antibiotik Alami Andalan untuk Cegah Infeksi, Bisa Pakai Angga Prasthana

Fauziah Nurhasanah, 18 November, 2022

Antibiotik sintetis seringkali diberikan untuk mencegah dan melawan infeksi dalam tubuh. Namun tahukah Anda bila antibiotik sintetis ini digunakan secara serampangan dan terlalu sering akan berpotensi menyebabkan resistensi antibiotik.

Ketika resistensi antibiotik terjadi, maka patoken penyebab infeksi penyakit seperti bakteri tidak akan mati atau terhambat pertumbuhannya. Bakteri akan mengalami mutasi sehingga antibiotik tertentu tidak lagi mempan.

Antibiotik Alami dari Herbal

Salah satu alternatif untuk menghindari adanya resistensi antibiotik ini adalah dengan menggunakan obat herbal dari bahan alam. Berikut adalah beberapa herbal alami yang dapat digunakan untuk melawan infeksi.

  • Sambiloto

Sambiloto (Andrographis paniculata) atau ‘King of Bitter’ yang sering dijadikan jamu ini ternyata dapat mencegah infeksi berbagai virus dan bakteri, lho! Senyawa androgafolid dalam sambiloto memiliki efek virucidal yang dapat menghancurkan virus. Selain itu, androgafolid juga dapat mencegah virus menginfeksi sel-sel tubuh.

Tak hanya virus, sambiloto juga dapat menghambat pertumbuhan bakteri di antaranya S. aureus (penyebab infeksi kulit dan sepsis), P. aeruginosa (penyebab infeksi saluran napas dan saluran kemih), K. pneumoniae (penyebab pneumonia), dan E. coli (penyebab diare) (Churiyah et al., 2015; Pandey et al., 2019)

  • Kunyit

Kandungan curcumin dan curcuminoid dalam kunyit (Curcuma longa) dapat menurunkan dan mencegah pertumbuhan berbagai virus dan bakteri. Penelitian menyatakan bahwa senyawa dalam kunyit ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri P. aeruginosa, E. coli, Shigella dysenterieae, dan Streptococcus epidermidis.

Tak hanya itu, kunyit ternyata juga dapat meningkatkan fungsi imun tubuh dengan cara meningkatkan produksi antibodi. Antibodi ini bermanfaat untuk mencegah dan mengatasi infeksi virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh (Khalid et al., 2020).

  • Meniran

Tanaman yang sering dianggap hama ini ternyata bermanfaat sekali untuk kesehatan tubuh. Meniran rupanya kaya akan senyawa berkhasiat seperti nirurin, phyllanthin, niranthin, dan asam galat.

Penelitian menunjukkan bahwa senyawa bermanfaat dalam meniran dapat menghambat replikasi (perbanyakan) virus dan memiliki aktivitas eliminasi virus di sel-sel tubuh. Ekstrak meniran diketahui juga dapat menghambat pertumbuhan mikroba (Narendra et al., 2012).

Angga Prasthana Antibiotik Alami Andalan

Anda tak perlu khawatir, Widya Herbal Indonesia telah memformulasikan ketiga herbal kaya manfaat itu dalam produk andalan, Angga Prasthana. Angga Prasthana mengandung herbal pilihan yang aman, bermutu, berkhasiat, dan tentunya dalam kemasan yang praktis.

Ketiga komponen herbal yaitu ekstrak sambiloto, ekstrak kunyit, dan ekstrak meniran beraktivitas secara sinergis untuk dapat mencegah perbanyakan dan membunuh virus serta bakteri. Tak hanya itu, Angga Prasthana juga dapat meningkatkan produksi antibodi sehingga mengaktifkan sistem imun tubuh agar dapat menyerang infeksi virus dan bakteri.

Diolah dengan teknologi terbaru dan pertama di bidang farmasi herbal yaitu nanoteknologi, Angga Prasthana dapat terserap dengan optimal ke sel-sel tubuh sehingga memberikan efek terapi yang lebih baik.

Produk Angga Prasthana dapat Anda peroleh melalui Customer Service Widya Herbal Indonesia atau kunjungi laman Produk Widya Herbal Indonesia. Anda juga Anda juga dapat memeroleh informasi terkait Angga Prastahana di Website Widya Herbal Indonesia. Selain itu, Anda dapat mengunduh aplikasi Widya Herbal Indonesia yang dapat diunduh melalui playstore dan appstore yang menyediakan Konsultasi Herbal dan Artikel Kesehatan secara GRATIS!

Semoga panjang umur, sehat selalu, serta mulia. Salam longevity!

Penulis: apt. Fauziah Nurhasanah, S.Farm
Ditinjau oleh: apt. Risa Umari Yuli Aliviyanti, M. Pharm., Sci.
Editor: Aries Ikawati Arifah

Sumber:

Churiyah, Pongtuluran, O. Bu., Rofaani, E., & Tarwadi. (2015). Antiviral and Immunostimulant Activities of Andrographis paniculata. HAYATI Journal of Biosciences, 22(2), 67–72. https://doi.org/10.4308/hjb.22.2.67

Khalid, S., Rizwan, B., Aslam, M., Sharmeen, Z., Zubair, R., Arif, A., Mehmood, S., & Fatima, M. (2020). Therapeutic Potential of Curcumin in Curcuma Longa. Merit Research Journal of Food Science and Technology, 5(September), 32–41. https://doi.org/10.54393/df.v1i02.15

Narendra, K., Swathi, J., Sowjanya, K. M., & Satya, A. K. (2012). Phyllanthus niruri?: A Review on its Ethno Botanical, Phytochemical and Pharmacological Profile. Journal of Pharmacy Research, 5(9), 4681–4691

Pandey, J., Vimal, K. S., Shashi, T., & Raja, W. (2019). A Study of Antibacterial Activity of Andrographis paniculata Leaf and Stem Bark Extracts Against Some Clinical Pathogenic Bacteria’s. Asian Journal of Research in Biological and Pharmaceutical Sciences, 7(3), 65–70.

Artikel Lainnya

Detoks, Kunci Kesehatan Tubuh: Cega...

Digital Marketing

25 November 2025

Tak Hanya Tumbuhan, Kenali Obat Tra...

Fauziah

31 August 2022

Makan Apapun Bisa Santai dengan Gen...

Risa Umari

18 March 2022