Sarang burung walet yang banyak bermanfaat untuk kesehatan ternyata banyak ditemukan di Indonesia. Simak selengkapnya sebagai berikut!

Burung walet (Collocalia fuciphaga) adalah burung penghasil Edible Bird’s Nest (EBN) atau sarang burung walet yang bisa dimakan. Ciri sarang burung walet yang bisa dikonsumsi adalah yang berwarna putih dengan bentuk seperti mangkok. (Sulfahri et al., 2018).
Sarang burung walet sendiri biasa digunakan untuk membantu mengatasi permasalahan kesehatan. Sarang burung walet dapat meningkatkan dan menguatkan sistem imun, menghambat infeksi virus, meningkatkan fungsi pernapasan, menunjang proses pertumbuhan, pembentukan sel serta organ, dan kaya akan estrogen (Daud et al., 2021).
Indonesia sendiri merupakan rumah bagi burung walet karena banyaknya gua di pesisir pantai yang menjadi tempat tinggal burung walet. Indonesia mampu memenuhi merupakan 80% kebutuhan sarang burung walet dunia. Budidaya burung walet di Indonesia menghasilkan sarang burung walet berkualitas yang dimanfaatkan menjadi komoditi ekspor pertanian. (Sulfahri et al., 2018).

Burung walet jenis Collocalia fuciphaga merupakan burung pemakan serangga yang dapat ditemukan di China Selatan dan Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Habitat burung walet sendiri berada di wilayah ‘Segitiga Emas’ di sepanjang Kepulauan Nicobar di Samudera Hindia hingga ke pesisir Indonesia, Thailand, Vietnam, Kalimantan, dan Kepulauan Palawan di Filipina (Daud et al., 2021).
Burung ini memiliki warna coklat tua hingga kehitaman dengan bagian dada berwarna coklat terang. Di Kalimantan dan Sumatera, burung ini hidup hingga ketinggian 2.800 meter di atas permukaan laut. Namun di Jawa dan Bali, burung ini biasa hidup di dalam gua dekat pantai (Sulfahri et al., 2018).
Sarang burung walet memiliki 3 jenis warna, yaitu putih, kuning keemasan, dan merah yang terbentuk dari air liurnya. Burung walet spesies Collocalia fuchipaga sendiri menghasilkan sarang berwarna putih bersih. Sarang burung walet yang dihasilkan rata-rata memiliki lebar 6-10 cm dengan berat 6-9 gram (Sulfahri et al., 2018).

Burung walet merupakan burung penghuni gua. Di Indonesia, gua burung walet tersebar di berbagai daerah di Indonesia di antaranya Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Bali, dan Sulawesi Selatan (Sulfahri et al., 2018).
Kalimantan Selatan memiliki sebanyak 155 rumah walet yang ditujukan untuk keperluan ekspor. Tercatat, dalam setahun Kalimantan Selatan dapat memproduksi 252 ton sarang burung walet yang telah diekspor di negara lain seperti Hongkong dan Tiongkok (Susanto, 2022).
Selain Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat merupakan salah satu penghasil sarang walet di Indonesia. Kalimantan Barat memiliki sekitar 3580 rumah walet yang digunakan untuk menghasilkan sarang-sarang walet berkualitas. Diketahui, Kalimantan Barat menyumbang 78% atau sebagian besar produksi sarang burung walet di Indonesia (Warta Express, 2021).
Selain Kalimantan, wilayah di pulau Sumatera juga terkenal akan produksi sarang waletnya. Sumatera Utara merupakan salah satu wilayah penghasil komoditi sarang burung walet di Indonesia. Pada tahun 2021, Sumatera Utara diketahui dapat menghasilkan lebih dari 300 ton sarang burung walet yang diekspor dengan nilai Rp 3,7 triliun (Labirin, 2022).
Melimpahnya produksi sarang walet di Indonesia mendorong Widya Herbal untuk terus mengembangkan produk dengan teknologi terbaru guna meningkatkan penggunaan sarang walet yang kaya khasiat. Tidak perlu mencari dan mengolah dengan susah, khasiat sarang walet bisa Anda dapatkan di produk andalan kami, Visuddha Baddhana. Visuddha Baddhana mengandung ekstrak sarang walet, ekstrak jamur cordyceps, dan ekstrak ginseng dengan aktivitas sinergis yang dapat meringankan gejala gangguan pernapasan seperti PPOK, COVID-19, dan Batuk Akibat Rokok.
Produksi sarang burung walet yang melimpah di Indonesia mendorong pemanfaatan sarang burung walet untuk diolah menjadi produk untuk meningkatkan kesehatan. Apabila Anda memiliki pertanyaan terkait dengan sarang burung walet, Anda dapat berkonsultasi pada dokter kami di aplikasi Widya Herbal yang bisa diunduh melalui playstore dan appstore. Dokter kami akan membantu Anda menjawab pertanyaan terkait dengan berbagai penyakit dan pengobatan herbal.
Sumber:
Daud, N., Mohamad Yusop, S., Babji, A. S., Lim, S. J., Sarbini, S. R., & Hui Yan, T. (2021). Edible Bird’s Nest: Physicochemical Properties, Production, and Application of Bioactive Extracts and Glycopeptides. Food Reviews International, 37(2), 177–196. https://doi.org/10.1080/87559129.2019.1696359
Labirin. (2022). Ekspor Sarang Walet Sumut Tembus Rp 3,7 Triliun. Labirin. https://labirin.id/v1/public/news/15352/ekspor-sarang-walet-sumut-tembus-rp-37-triliun
Sulfahri, Iskandar, I. W., & Masadah, R. (2018). BAB1 Sarang Burung Walet. In Mengungkap Potensi Sarang Burung Walet Secara In Silico (pp. 1–10). Leutikaprio.
Susanto, D. (2022). Produksi Sarang Walet Kalsel Capai Ratusan Ton. Media Indonesia. https://mediaindonesia.com/nusantara/489398/produksi-sarang-walet-kalsel-capai-ratusan-ton
Warta Express. (2021). Kalimantan Barat Salah Satu Penghasil Sarang Burung Walet Terbesar di Indonesia. Warta Nusantara. https://www.wartaexpress.com/kalimantan-barat-salah-satu-penghasil-sarang-burung-walet-terbesar-di-indonesia/