Penyakit kardiovaskuler (cardiovascular disease) adalah kelompok penyakit yang terjadi pada jantung dan pembuluh darah. Sistem kardiovaskuler atau sistem peredaran darah merupakan sistem yang terdiri dari jantung, pembuluh darah, dan darah.
Fungsi utama dari sistem kardiovaskuler adalah adalah untuk mengedarkan nutrisi dan oksigen ke seluruh jaringan dan sel-sel tubuh. Pentingnya sistem kardiovaskuler bagi tubuh menyebabkan penyakit pada sistem ini sesuatu yang harus diperhatikan.

Tahukah Anda bila penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian sebanyak 17,9 juta jiwa setiap tahunnya atau 32% dari jumlah kematian keseluruhan. Dari angka tersebut, sebagian besar (85%) kematian disebabkan karena serangan jantung dan stroke. Jumlah ini menjadikan penyakit kardiovaskular sebagai penyebab kematian tertinggi di dunia per 2019 dan diperkirakan akan meningkat seiring berjalannya waktu (WHO, 2022).
Sejalan dengan data global, rupanya penderita penyakit kardiovaskuler di Indonesia tak kalah banyak. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi penyakit kardiovaskuler seperti hipertensi dan stroke semakin meningkat setiap tahunnya. Diketahui, jumlah penderita hipertensi di Indonesia mencapai 34.1% penduduk di atas 18 tahun. Jumlah ini cukup besar bila dibandingkan dengan penyakit lain yang menjangkiti penduduk Indonesia (Kemenkes RI, 2018).
Terdapat berbagai jenis penyakit yang dapat menyerang sistem kardiovaskuler tubuh manusia. Beberapa di antaranya adalah:
Hipertensi merupakan suatu kondisi saat tekanan darah berada di ambang batas normal. Kondisi ini dapat terjadi karena tidak berfungsinya mekanisme kontrol tekanan darah pada pembuluh arteri. Seseorang dikatakan mengalami hipertensi ketika tekanan sistol berada di atas 140 mmHg dan tekanan diastol berada di atas 90 mmHg.
Aritmia adalah kondisi terjadinya gangguan irama jantung. Seseorang yang mengalami aritmia bisa memiliki irama atau denyut jantung lebih lambat (<60 kali per menit) atau lebih cepat (>100 kali per menit) pada kondisi istirahat. Penyakit ini bisa disebabkan karena hipertiroid, hipertensi, penyakit jantung iskemik, dan gangguan jantung lainnya.
Stroke dapat diartikan sebagai kondisi ketika terjadi gangguan aliran darah menuju otak akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Hal ini menyebabkan otak tidak dapat menerima aliran oksigen dan nutrisi sehingga terjadi gangguan di jaringan otak. Stroke dapat terbagi menjadi stroke iskemik (stroke akibat penyumbatan) dan stroke hemoragik (stroke akibat pecahnya pembuluh darah).
Gagal jantung merupakan kondisi dimana jantung tidak dapat memompa darah secara efisien. Akhirnya, suplai oksigen dan nutrisi tidak adekuat akhirnya sel serta organ tidak dapat bekerja dengan optimal.
Penyakit jantung iskemik adalah salah satu gangguan jantung yang terjadi akibat penyempitan pada pembuluh darah di jantung. Penyempitan ini menyebabkan berkurangnya suplai darah ke otot jantung yang akhirnya menyebabkan kematian sel jantung. Penyakit ini biasanya disebabkan karena plak yang menyumbat pembuluh darah.
Penyumbatan pembuluh darah merupakan kondisi ketika terjadi penyumbatan pembuluh darah akibat adanya gumpalan darah ataupun lemak. Akhirnya, aliran darah menjadi tidak lancar dan mengganggu suplai oksigen serta nutrisi ke organ tubuh lainnya
(PERHI, 2019; Setiadi & Halim, 2018).
Setiap penyakit dapat dicegah dan disembuhkan. Pencegahan penyakit di sistem kardiovaskuler dapat dilakukan mulai dari memperbaiki pola hidup hingga pola makan. Hal-hal ini dapat Anda lakukan untuk mencegah penyakit sistem kardiovaskuler.
Selain hal tersebut, pengobatan dari alam untuk mencegah sistem penyakit kardiovaskuler tanpa menimbulkan efek samping. Obat herbal yang mengandung berbagai komposisi yang baik untuk jantung seperti gamat emas dan ikan gabus dapat dikonsumsi untuk meningkatkan kualitas sistem kardiovaskuler. Komponen tersebut terkandung dalam produk andalan Widya Herbal Indonesia, Prascitta.

Prascitta mengandung ekstrak gamat emas (Golden Stichopus variegats), ikan gabus (Channa striata), dan purwaceng (Pimpinella pruatjan) yang dapat membantu mengatasi dan mencegah penyakit jantung, stroke, hipertensi, dan membantu mengencerkan darah sehingga mencegah penggumpalan darah.
Produk Prascitta dapat Anda peroleh melalui Customer Service Widya Herbal Indonesia atau kunjungi laman media sosial kami untuk informasi lebih lanjut. Semoga sehat selalu, panjang umur, serta mulia bersama Widya Herbal Indonesia.
Untuk cari tahu lebih tentang purwaceng dan herbal lainnya, Anda dapat mengunjungi website Widya Herbal Indonesia dan media sosial Widya Herbal Indonesia. Selain itu, Anda dapat mengunduh aplikasi Widya Herbal Indonesia yang dapat diunduh melalui playstore dan appstore yang menyediakan Konsultasi Herbal dan Artikel Kesehatan secara GRATIS!
Penulis: apt. Fauziah Nurhasanah, S.Farm
Ditinjau oleh: apt. Risa Umari Yuli Aliviyanti, M. Pharm., Sci.
Editor: Aries Ikawati Arifah
Sumber:
Kemenkes RI. (2018). Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Kementrian Kesehatan RI, 53(9), 1689–1699.
PERHI. (2019). Konsensus Penatalaksanaan Hipertensi 2019. In Indonesian Society Hipertensi Indonesia.
Setiadi, A. P., & Halim, S. V. (2018). Penyakit Kardiovaskular: Seri Pengobatan Rasional. In Graha Ilmu. http://repository.ubaya.ac.id/37369/7/Seri Pengobatan Rasional 1-Penyakit Kardiovaskular.pdf
WHO. (2022). Cardiovascular Disease. Health Topics. https://www.who.int/health-topics/cardiovascular-diseases#tab=tab_1
Sumber gambar:
Image by Freepik