Meniran dikenal sebagai salah satu tumbuhan yang dianggap sebagai gulma atau hama yang merugikan tanaman sekitarnya. Ternyata, meniran memiliki kandungan senyawa bermanfaat untuk kesehatan, lho!
Kandungan Senyawa Fitokimia dalam Meniran
Meniran (Phyllanthus niruri) adalah tumbuhan dari genus Phyllanthus yang banyak dijumpai ditemukan di wilayah tropis maupun subtropis. Tumbuhan ini banyak ditemukan di tempat lembab, berbatu, dan di antara semak-semak belukar (Ervina & Mulyono, 2019).
Tumbuhan ini berukuran kecil (40-70 cm) dan termasuk dalam golongan tumbuhan rumpun. Meniran mengandung berbagai kelas senyawa fitokimia seperti alkaloid, benzenoid, kumarin, flavonoid, lignin, lipit, fhytallate, sterol, tannin, dan triterpenoid. Kandungan ini tersebar di seluruh bagian tumbuhan meniran yang terdiri dari akar, batang, dan daun.

Senyawa-senyawa tersebut di antaranya adalah:
Secara keseluruhan, tumbuhan meniran mengandung senyawa nirurin, amariin, phylantusin, isolintetralin, hinokinin, dan phylnirurin.
Akar meniran mengandung senyawa nor-securin dan asam galat (gallic acid)
Batang meniran mengandung senyawa 4-metoxhy-nor-securil
Daun meniran mengandung senyawa phyllanthinin, niranthin, secoisolarisciresinol, trimethyl ether, dan astragallin.
(Narendra et al., 2012).
Manfaat Meniran untuk Sistem Imun

Melimpahnya kandungan senyawa fitokimia dalam meniran menyebabkan meniran punya berbagai aktivitas farmakologi. Secara tradisional, meniran telah diolah dan digunakan oleh masyarakat di berbagai negara seperti India, Amerika Latin, Melayu, dan Indonesia untuk berbagai penyakit.
Meniran telah tercatat di catatan pengobatan tradisional seperti Ayurverda dan Unani. Beberapa penyakit yang dapat menggunakan meniran sebagai obat antara lain batu ginjal, antiinflamasi (antiradang), penyakit saluran cerna, melindungi liver (hati), dan meningkatkan sistem imun.
Meniran memiliki efek imunomodulasi (dapat memodulasi sistem imun) tubuh manusia. Meniran dapat meningkatkan aktivitas limfosit dan makrofag, yaitu bagian dari sel darah putih yang berfungsi untuk pertahanan diri tubuh. Meniran diketahui dapat menghambat agen-agen inflamasi seperti TNF-alpha (Jantan et al., 2019).
Selain itu, meniran juga memiliki efek antivirus dan antimikroba. Berdasarkan penelitian, meniran dapat menghambat replikasi (perbanyakan) virus dan memiliki aktivitas eliminasi virus di sel-sel tubuh. Ekstrak meniran diketahui juga dapat menghambat pertumbuhan mikroba (Narendra et al., 2012).
Manfaat meniran ini dapat Anda peroleh dalam produk andalan Widya Herbal Indonesia, Angga Prasthana. Angga Prasthana merupakan produk herbal mengandung ekstrak meniran (Phyllanthus niruri), ekstrak sambiloto (Andrographis panniculata), dan ekstrak kunyit (Curcuma domestica) yang dikombinasikan sehingga memiliki aktivitas sinergis dalam meningkatkan produksi antibodi dalam tubuh dan sistem imun tubuh.
Produk Angga Prasthana dapat Anda peroleh melalui Customer Service Widya Herbal Indonesia atau kunjungi laman media sosial kami untuk informasi lebih lanjut. Selain itu, Anda dapat mengunduh aplikasi Widya Herbal Indonesia yang dapat diunduh melalui playstore dan appstore yang menyediakan Konsultasi Herbal dan Artikel Kesehatan secara GRATIS!
Penulis: apt. Fauziah Nurhasanah, S.Farm
Ditinjau oleh: apt. Risa Umari Yuli Aliviyanti, M. Pharm., Sci.
Editor: Aries Ikawati Arifah
Sumber:
Ervina, M. N., & Mulyono, Y. (2019). Etnobotani Meniran Hijau (Phyllanthus ninuri L) Sebagai Potensi Obat Kayap Ular (Herpes Zoster) dalam Tradisi Suku Dayak Ngaju. Jurnal Jejaring Matematika Dan Sains, 1(1), 30–38. https://doi.org/10.36873/jjms.v1i1.134
Jantan, I., Haque, M. A., Ilangkovan, M., & Arshad, L. (2019). An insight into the modulatory effects and mechanisms of action of phyllanthus species and their bioactive metabolites on the immune system. Frontiers in Pharmacology, 10(JULY), 1–19. https://doi.org/10.3389/fphar.2019.00878
Narendra, K., Swathi, J., Sowjanya, K. M., & Satya, A. K. (2012). Phyllanthus niruri?: A Review on its Ethno Botanical, Phytochemical and Pharmacological Profile. Journal of Pharmacy Research, 5(9), 4681–4691.