
Kolesterol adalah senyawa berlemak yang dibutuhkan tubuh untuk pembentukan sel dan produksi vitamin serta hormon. Meski penting, kadar kolesterol tinggi ternyata dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan.
Menurut WHO, kadar kolesterol tinggi dalam tubuh atau biasa disebut dengan hiperlipidemia atau dislipidemia merupakan salah satu penyakit tidak menular yang bila dibiarkan dapat menyebabkan kematian. Kolesterol tinggi dalam darah dapat sebabkan penyakit mematikan seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan serangan jantung.
Kolesterol tinggi sering disebut sebagai ‘silent killer’, yaitu penyakit yang jarang menimbulkan gejala dan keluhan sehingga penderita tidak menyadari ancaman dari tingginya kolesterol. Namun, terdapat gejala yang harus diwaspadai karena bisa jadi tanda kolesterol tinggi dalam tubuh.
Xanthoma merupakan kondisi terjadinya penggumpalan lemak berwarna kuning di bawah kulit. Kondisi ini merupakan konsekuensi banyaknya lemak dan kolesterol di pembuluh darah kemudian memicu antibodi untuk membentuk kompleks dengan lemak dan kolesterol. Kompleks antara antibodi dengan lemak dan kolesterol inilah yang menjadi gumpalan lemak berwarna kuning. Biasanya, kondisi ini terjadi di bagian bawah kulit mata (Zak et al., 2014).
Gejala ini muncul akibat munculnya plak kolesterol pada pembuluh darah di area daerah tengkuk (leher belakang) hingga ke bahu. Plak kolesterol itu menyebabkan pembuluh darah menyempir dan aliran darah tidak lancar sehingga menimbulkan rasa nyeri di leher (Kumagai et al., 2018).
Selain di leher dan bahu, plak kolesterol juga dapat terjadi pada pembuluh darah di daerah kaki dan tangan. Akibatnya, terjadi hambatan aliran darah di saraf kaki dan tangan sehingga timbul sensasi menggelitik atau kesemutan di kaki dan tangan (Anonim, 2020).
Plak kolesterol di pembuluh dapat pula terjadi di daerah jantung. Ketika plak kolesterol tidak segera ditangani, plak ini dapat menyumbat aliran darah ke jantung. Akibatnya terjadi nyeri di bagian dada sebelah kiri. Apabila dibiarkan terus menerus, maka kondisi ini dapat menyebabkan serangan jantung (Anonim, 2020).
Ketika muncul plak kolesterol di pembuluh darah, maka oksigen dan nutrisi yang didistribusikan melalui darah akan terhambat. Karenanya, sel-sel tubuh termasuk sel otak dan sel anggota gerak kekurangan oksigen. Akibatnya, tubuh akan menjadi mudah lelah (Tarbell et al., 2020).
Bila merasakan gejala tersebut, segera cek kadar kolesterol Anda. Ubah pola makan dan pola hidup menjadi lebih sehat sebagai upaya untuk mencegah dan mengatasi kolesterol tinggi dalam darah agar tidak timbul penyakit berbahaya yang mematikan. Selain itu, Anda dapat mengonsumsi produk andalan Widya Herbal Indonesia, Nirvataya.
Nirvataya mengandung ekstrak cermai (Phyllanthus acidus) dan ekstrak kunci pepet (Kaempferia angustifolia) yang bekerja sinergis serta diformulasi secara nanoteknologi untuk dapat membantu menghambat penyerapan lemak dan pembentukan kolesterol di tubuh.
Produk Nirvataya dapat diperoleh melalui aplikasi Widya Herbal Indonesia yang dapat diunduh melalui playstore dan appsstore. Selain itu, Anda dapat menghubungi Customer Service Widya Herbal Indonesia melalui tautan ini kapanpun dimanapun.
Sumber:
Anonim. (2020). High Cholesterol Levels. Medicover Hospitals. https://www.medicoverhospitals.in/articles/high-cholesterol-levels
Kumagai, G., Wada, K., Tanaka, T., Kudo, H., Asari, T., Chiba, D., Ota, S., Nakaji, S., & Ishibashi, Y. (2018). Associations between neck symptoms and LDL cholesterol in a cross-sectional population-based study. Journal of Orthopaedic Science, 23(2), 277–281. https://doi.org/10.1016/j.jos.2017.11.002
Tarbell, J., Mahmoud, M., Corti, A., Cardoso, L., & Caro, C. (2020). The role of oxygen transport in atherosclerosis and vascular disease. Journal of the Royal Society Interface, 17(165). https://doi.org/10.1098/rsif.2019.0732
Zak, A., Zeman, M., Slaby, A., & Vecka, M. (2014). Xanthomas: Clinical and pathophysiological relations. Biomedical Papers, 158(2), 181–188. https://doi.org/10.5507/bp.2014.016