4 Manfaat Sambiloto untuk Tingkatkan Imun Tubuh!

header

4 Manfaat Sambiloto untuk Tingkatkan Imun Tubuh!

Ifah Fauziah 08 September, 2022

Kasus aktif COVID-19 di Indonesia akhir-akhir ini semakin meningkat. Pemerintah bahkan telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 di seluruh wilayah RI. Ancaman COVID-19 ini dibarengi dengan munculnya virus cacar monyet yang berpotensi menjadi pandemi.

Di saat seperti ini, tubuh tentunya memerlukan perlindungan kuat untuk menghalau berbagai macam virus dan infeksi lain yang mengancam kesehatan. Tak hanya perlindungan dari luar tubuh seperti mencuci tangan dan memakai masker, perlindungan juga diperlukan dari dalam tubuh itu sendiri yaitu dengan meningkatkan imunitas tubuh.

Alam telah menyediakan berbagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk kelangsungan hidupnya. Salah satu bahan alam yang dapat digunakan untuk meningkatkan imunitas tubuh adalah sambiloto.

Cari Tahu tentang Sambiloto

Sambiloto (Andrographis paniculata) merupakan tanaman yang berasal dari wilayah Taiwan, China, dan India. Selain itu, tanaman ini juga banyak ditemukan di wilayah Asia dan Asia Tenggara termasuk Kamboja, Myanmar, Malaysia, dan tentunya Indonesia (Sanower Hossain et al., 2014).

Sambiloto dapat tumbuh dan beradaptasi dengan baik di berbagai kondisi lingkungan dan jenis tanah. Senyawa utama yang dihasilkan oleh tanaman ini bernama andrografolid (andrographolide). Andrografolid memiliki rasa yang sangat pahit sehingga seringkali sambiloto dijuluki sebagai ‘King of Bitter’ atau Ki Pahit.

Meski pahit, sambiloto punya berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh. Dilaporkan, sambiloto memiliki berbagai aktivitas pengobatan seperti antiinflamasi (antiradang), antipiretik (penurun panas), hepatoprotektif (melindungi hati), dan mengatasi berbagai infeksi virus dan bakteri (Prihatini et al., 2020; Rajanna et al., 2021).

Sambiloto untuk Meningkatkan Imun Tubuh

Kemampuan sambiloto dalam mengatasi berbagai infeksi virus dan bakteri menjadikan tanaman ini sebagai agen imunomodulator (mengatur sistem imun tubuh) yang sangat baik. Berbagai potensi dan manfaat sambiloto dalam meningkatkan imun tubuh telah teruji di berbagai macam studi.

  1. Membasmi Virus dalam Tubuh

Ketika terjadi infeksi penyakit karena virus seperti COVID-19 dan cacar monyet, virus-virus tersebut dapat bereplikasi (memperbanyak diri) dalam tubuh orang yang terinfeksi. Agar tidak semakin parah, virus harus dibasmi sebelum berkembang biak.

Kandungan senyawa androgafolid dalam sambiloto diketahui memiliki efek virucidal atau efek membunuh virus dalam tubuh. Karenanya, sambiloto dapat mencegah virus untuk menginfeksi sel-sel tubuh yang masih sehat (Churiyah et al., 2015).

  1. Menghambat Pertumbuhan Bakteri

Selain virus, infeksi bakteri juga menjadi ancaman bagi kesehatan. Berdasarkan studi dan penelitian, sambiloto diketahui dapat menghambat pertumbuhan berbagai macam bakteri yang sering menginfeksi tubuh manusia, antara lain K. pneumoniae (penyebab pneumonia), P. aeruginosa (penyebab infeksi saluran napas dan saluran kemih), dan E. coli (penyebab diare) (Pandey et al., 2019).

  1. Meningkatkan Produksi Limfosit Tubuh

Limfosit adalah sel darah putih untuk meningkatkan imunitas tubuh dan mengatasi berbagai infeksi yang masuk ke tubuh. Sambiloto dapat meningkatkan jumlah sel limfosit dalam tubuh. Dengan demikian, ‘tentara’ untuk menghadapi berbagai patogen semakin banyak dan imun tubuh terjaga (Rajanna et al., 2021).

  1. Meningkatkan Jumlah Immunoglobulin G (IgG)

Immunoglobulin G (IgG) adalah antibodi yang banyak terdapat dalam tubuh dan berfungsi melawan virus dan bakteri serta patogen lain yang menginfeksi tubuh. Kandungan androgafolid dalam sambiloto dapat meningkatkan jumlah IgG dalam tubuh (Alkandahri et al., 2020).

Beragam manfaat sambiloto untuk meningkatkan imun tubuh tentunya sayang untuk dilewatkan. Jangan khawatir, manfaat sambiloto dan herbal lain terkandung dalam produk andalan Widya Herbal Indonesia, Angga Prasthana.

Angga Prasthana merupakan produk herbal mengandung ekstrak sambiloto (Andrographis panniculata), ekstrak meniran (Phyllanthus niruri), dan ekstrak kunyit (Curcuma domestica) yang dikombinasikan sehingga memiliki aktivitas sinergis dalam meningkatkan produksi antibodi dalam tubuh dan sistem imun tubuh.

Produk Angga Prasthana dapat Anda peroleh melalui Customer Service Widya Herbal Indonesia atau melalui website Widya Herbal Indonesia. Kunjungi laman media sosial kami untuk informasi lebih lanjut. Selain itu, Anda dapat mengunduh aplikasi Widya Herbal Indonesia yang dapat diunduh melalui playstore dan appstore yang menyediakan Konsultasi Herbal dan Artikel Kesehatan secara GRATIS!

Penulis: apt. Fauziah Nurhasanah, S.Farm
Ditinjau oleh: apt. Risa Umari Yuli Aliviyanti, M. Pharm., Sci.
Editor: Aries Ikawati Arifah

Sumber:

Alkandahri, M. Y., Subarnas, A., & Berbudi, A. (2020). Review: Aktivitas Immunomodulator Tanaman Sambiloto (Andrographis paniculata Nees). Farmaka, 16(3), 16–21. https://doi.org/10.20527/JPS.V2I1.5811

Churiyah, Pongtuluran, O. Bu., Rofaani, E., & Tarwadi. (2015). Antiviral and Immunostimulant Activities of Andrographis paniculata. HAYATI Journal of Biosciences, 22(2), 67–72. https://doi.org/10.4308/hjb.22.2.67

Pandey, J., Vimal, K. S., Shashi, T., & Raja, W. (2019). A Study of Antibacterial Activity of Andrographis paniculata Leaf and Stem Bark Extracts Against Some Clinical Pathogenic Bacteria’s. Asian Journal of Research in Biological and Pharmaceutical Sciences, 7(3), 65–70.

Prihatini, R., Syarif, A., & Bakhtiar, A. (2020). Morphology Character and Andrographolide Quantifications on Sambiloto  ( Andrographis paniculata (Burm.F.) Nees) Karakter Morfologi dan Kuantifikasi Andrografolid Pada Sambiloto ( Andrographis paniculata (Burm.F.) Nees ). Bioscience, 4(1), 109. https://doi.org/10.24036/0202041107669-0-00

Rajanna, M., Bharathi, B., Shivakumar, B. R., Deepak, M., Prashanth, D. S., Prabakaran, D., Vijayabhaskar, T., & Arun, B. (2021). Immunomodulatory effects of Andrographis paniculata extract in healthy adults – An open-label study. Journal of Ayurveda and Integrative Medicine, 12(3), 529–534. https://doi.org/10.1016/j.jaim.2021.06.004

Sanower Hossain, M., Urbi, Z., & Sule, A. (2014). A Review of Ethnobotany, Phytochemistry, and Pharmacology. The Scientific World Journal, 2014, 1–28.

Sumber gambar: Phytoimages


0 Komentar

  • Tidak ada komentar, jadikan anda orang pertama untuk berkomentar.

Tinggalkan Komentar