Lemak adalah salah satu sumber energi bagi manusia. Lemak yang ditemukan dalam makanan dapat terbagi menjadi lemak jenuh (lemak jahat) dan lemak tak jenuh (lemak baik). Bila konsumsi lemak jenuh ini berlebihan, maka akan menyebabkan deposit atau tumpukan lemak berlebih dalam tubuh.
Deposit lemak sendiri terbagi menjadi 2 golongan besar, yaitu subcutaneous adipose tissue (SAT) atau deposit lemak yang ada di bawah kulit (lemak subkutan), dan visceral adipose tissue (VAT) atau deposit lemak yang ada di antara organ-organ vital di daerah rongga abdomen atau perut. VAT inilah yang disebut sebagai visceral fat atau lemak perut.
Meski keduanya sama-sama merupakan deposit lemak yang dihasilkan dari konsumsi banyak makanan berlemak, nyatanya visceral fat lebih berbahaya dibandingkan dengan lemak yang ada di bawah kulit.
Bahkan, penelitian menyatakan bahwa visceral fat meningkatkan risiko terjadinya penyakit metabolik seperti obesitas, diabetes, dan penyakit mematikan lain seperti penyakit kardiovaskular 2 kali lebih besar dibandingkan dengan lemak subkutan (Stachenfeld & Taylor, 2014; Tayyem et al., 2019).

Salah satu tanda visceral fat tubuh tinggi adalah perut yang buncit, oleh karenanya seringkali visceral fat juga disebut sebagai lemak perut. Bagian perut dan pinggang akan terlihat lebih besar karena banyaknya tumpukan lemak di daerah tersebut.
Bila tubuh memiliki bentuk tubuh seperti apel (apple-shaped body), kemungkinan kadar visceral fat dalam rongga perut tinggi. Namun, bila tubuh memiliki bentuk seperti pear (pear-shaped body), maka bisa jadi kadar lemak subkutan yang meningkat.
Visceral fat menyusun setidaknya 10% dari total lemak tubuh. Cara mengukur lemak tubuh dapat dilakukan dengan:
Pengukuran ini dapat dilakukan dengan menggunakan meteran yang dilingkarkan pada pinggang. Bila ukuran lingkar pinggang lebih dari 88 cm (untuk perempuan) dan lebih dari 100 cm (untuk laki-laki), maka artinya ada tumpukan visceral fat di dalam rongga perut.
Ukur lingkar pinggang dan lingkar panggul dengan menggunakan meteran. Kemudian, bagi ukuran lingkar pinggang dengan linggar panggul. Apabila hasilnya lebih dari 0.85 (untuk perempuan) dan lebih dari 0.90 (untuk laki-laki), maka mengindikasikan bahwa tubuh mengalami obesitas di perut.
Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh (IMT) diukur dengan membandingkan berat dan tinggi badan. Jika BMI mencapai angka 25 atau lebih, maka tubuh bisa jadi memiliki kadar visceral fat yang tinggi dan mengalami obesitas.
Metode ini adalah metode yang paling akurat untuk mengetahui apakah visceral fat dalam tubuh berlebihan atau tidak. Caranya adalah dengan membagi ukuran lingkar pinggang dengan tinggi badan. Jika hasilnya lebih dari 0.5, maka mengindikasikan tubuh memiliki jumlah visceral fat lebih banyak.
(Cleveland Clinic, 2022; Mayo Clinic, 2022).
Beberapa cara dapat dilakukan untuk menurunkan jumlah visceral fat di rongga perut. Dengan begitu, ukuran lingkar pinggang akan menurun dan buncit pada perut pun berkurang. Caranya adalah sebagai berikut:
Rutin olahraga minimal 30 menit sehari dapat membantu turunkan visceral fat. Jenis olahraga yang direkomendasikan adalah olahraga kardio dan aerobik. Olahraga jenis HIIT (High Intensity Interval Training) juga dapat menjadi pilihan olahraga untuk mengurangi visceral fat.
Makanan sehat dan bergizi tinggi seperti protein tanpa lemak, gandum dan biji-bijian, olahan susu rendah lemak, sayur, dan buah-buhaan cocok untuk diet mengurangi visceral fat. Selain itu, kurangi jumlah gula, garam, dan makanan cepat saji.
Tidak cukup tidur dan stress dapat meningkatkan risiko menumpuknya visceral fat dalam rongga perut karena mengeluarkan lebih banyak hormon kortisol. Oleh karenanya, istirahat cukup 7 jam sehari dan kurangi stress dapat membantu turunkan visceral fat.
Prascitta diformulasikan dengan mengandung ekstrak ikan gabus, gamat emas, & purwaceng yang kaya asam amino untuk bantu hilangkan lemak yang menumpuk di pembuluh darah. Sementara Nirvataya mengandung ekstrak kunci pepet & cermai untuk bantu mencegah penyerapan dan penumpukan lemak perut sehingga dapat mengurangi visceral fat.

Produk Prascitta dan Nirvataya dapat Anda peroleh melalui Customer Service Widya Herbal Indonesia atau kunjungi laman Produk Widya Herbal Indonesia. Anda juga Anda juga dapat memeroleh informasi terkait Prascitta dan Nirvataya di Website Widya Herbal Indonesia. Selain itu, Anda dapat mengunduh aplikasi Widya Herbal Indonesia yang dapat diunduh melalui playstore dan appstore yang menyediakan Konsultasi Herbal dan Artikel Kesehatan secara GRATIS!
Penulis: apt. Fauziah Nurhasanah, S.Farm
Ditinjau oleh: apt. Risa Umari Yuli Aliviyanti, M. Pharm., Sci.
Editor: Aries Ikawati Arifah
Sumber:
Cleveland Clinic. (2022). Visceral Fat. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/24147-visceral-fat
Mayo Clinic. (2022). Apple and Pear Body Shapes. Mayo Clinic Disease Condition. Visceral Fat
Stachenfeld, N. S., & Taylor, H. S. (2014). Challenges and methodology for testing young healthy women in physiological studies. American Journal of Physiology - Endocrinology and Metabolism, 306(8), 2–5. https://doi.org/10.1152/ajpendo.00038.2014
Tayyem, R. F., Al-Radaideh, A. M., Hammad, S. S., Al-Hajaj, S., Allehdan, S. S., Agraib, L. M., Al-Fayomi, K. I., Malkawi, A. A., & Hijjawi, N. S. (2019). Subcutaneous and visceral fat volumes measured by MRI and their relationships with nutrient intakes among adults. Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, 28(2), 300–309. https://doi.org/10.6133/apjcn.201906_28(2).0012
Sumber gambar: Freepik