Kristal Selenit, Mineral Berkhasiat untuk Redakan Panas Dalam

Fauziah Nurhasanah, 06 June, 2022

Tak hanya tanaman dan hewan, rupanya mineral di alam juga dapat digunakan untuk membantu menyehatkan tubuh kita. Kenali kristal selenit yang mampu atasi panas dalam!

Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar mengenai obat-obatan tradisional? Mungkin yang terlintas adalah obat dari tumbuhan atau hewan. Tapi tahukah Anda, obat tradisional tidak hanya sebatas pada obat-obatan dari tumbuhan dan hewan. Mineral yang ada di alam nyatanya juga bermanfaat dan dapat diolah untuk membantu kesehatan manusia.

Salah satu mineral yang bermanfaat untuk kesehatan adalah kristal selenit. Kristal selenit adalah suatu mineral yang utamanya tersusun atas kalsium sulfat dihidrat (Hempen & Fischer, 2009).


Sekilas tentang Kristal Selenit

Kristal selenit memiliki nama ilmiah Gypsum fibrosum. Kristal ini merupakan bentuk mineral dari kalsium sulfat dengan rumus molekul CaSO4.2H2O. Walaupun didominasi oleh mineral kalsium sulfat, kristal selenit juga mengandung komponen inorganik lain seperti natrium, magnesium, dan iron (besi). Dalam pengobatan tradisional China, kristal ini biasa disebut dengan sebutan Shi Gao (??). Dalam bahasa Inggris, kristal selenit disebut dengan gypsum atau stone paste. Sementara itu dalam bahasa Jerman, dikenal dengan nama mineralischer gips (Hempen & Fischer. 2009).

Kristal selenit memiliki suhu atau temperatur yang sangat dingin. Rasanya cenderung pedas dengan sedikit rasa manis. Rasa pedas dikristal selenit muncul di bagian luar kristal, sementara suhu dingin kristal selenit menurun ketika akan bekerja (Hempen & Fischer. 2009). Dalam pengobatan tradisional China, kristal selenit berhubungan dengan bagian paru-paru (fei) dan bagian perut (wei). Kristal selenit dahulu digunakan untuk mengobati demam/panas pada bagian paru-paru dan perut, rasa tidak nyaman, dan rasa haus (Mei et al., 2016).

Manfaat Kristal Selenit untuk Redakan Panas Dalam

Panas dalam merupakan rasa panas atau hangat yang berlebihan di dalam tubuh, terutama di bagian sistem pencernaan. Dalam pengobatan tradisional China, panas dalam atau Shang Huo terjadi akibat ketidakseimbangan energi dalam tubuh (Liu et al., 2014).

Panas dalam sendiri belum memiliki istilah medis tertentu yang dapat menggambarkan secara spesifik mengenai kondisi tersebut. Pengobatan modern sendiri, panas dalam disebabkan karena adanya stres atau kondisi lain seperti konsumsi makanan panas, gorengan, santan, makanan berlemak, dan daging merah. Hal inilah yang menyebabkan ketidakseimbangan dalam tubuh sehingga muncul gejala-gejala seperti mata kering, mulut kering, lidah terasa panas, sakit tenggorokan, demam, dan rasa terbakar dalam tubuh. Dengan kata lain, panas dalam adalah gejala gangguan kesehatan tertentu (Pan et al., 2020).

Kristal selenit mengandung kalsium sulfat, natrium, magnesium, dan besi. Kalsium sulfat dalam kristal selenit dapat dipecah oleh asam lambung menjadi ion kalsium (Ca+). Ion kalsium tersebut kemudian dapat diserap ke dalam tubuh melalui dinding usus. Meningkatnya ion kalsium dalam darah dapat mempengaruhi dan meregulasi pusat pengatur suhu dalam tubuh sehingga dapat menurunkan suhu tubuh (Lou et al., 2020). 

Kristal selenit terkandung dalam produk Geniring Tistis Widya Herbal Indonesia. Demikian informasi terkait dengan mineral kristal selenit yang ternyata dapat meredakan panas dalam. Unduh aplikasi WIdya Herbal untuk memperoleh informasi lain seputar herbal, kesehatan, gaya hidup, pola pikir, dan pola makan. Jangan lupa untuk berkonsultasi secara gratis dengan dokter kami. 


 

Sumber informasi:

Hempen, Carl-Hermann & Fischer, Toni. A Materia Medica for Chinese Medicine - plants, minerals, and animal products. Churchill Livingstone Elsevier. 2009. page 130-131

Liu S, Huang Z, Wu Q, et al. Quantization and diagnosis of Shanghuo (Heatiness) in Chinese medicine using a diagnostic scoring scheme and salivary biochemical parameters. Chin Med. 2014;9(1):2. Published 2014 Jan 4. doi:10.1186/1749-8546-9-2

Luo Chuan-hong, Ma Le-le, Liu Hui-min, Liao Wei, Xu Run-chun, Ci Zhi-min, Lin Jun-zhi, Han Lin and Zhang Ding-kun. Research Progress on Main Symptoms of Novel Coronavirus Pneumonia Improved by Traditional Chinese Medicine. Front. Pharmacol. 2020. 11:556885. doi: 10.3389/fphar.2020.556885

Mei, Fen & Xing, Xue-Feng & Tang, Qingfa & Chen, Fei-Long & Guo, Yang & Yang, Wenhui & Tan, Xiao-Mei & Luo, Jia-Bo. Antipyretic and anti-asthmatic activities of traditional Chinese herb-pairs, Ephedra and Gypsum. Chinese journal of integrative medicine. 2016. 22. 10.1007/s11655-014-1952-x

Pan, Ming-Hai & Zhu, Si-Rui & Duan, Wen-Jun & Ma, Xiao-Hui & Luo, Xiang & Liu, Bo & Kurihara, Hiroshi & Li, Yi-Fang & Chen, Jia-Xu & He, Rong-Rong.  “Shanghuo” increases disease susceptibility: Modern significance of an old TCM theory. Journal of Ethnopharmacology. 2020. 250. 112491. 10.1016/j.jep.2019.112491



 

Artikel Lainnya

Jangan Sampai Terlewat, 4 Herbal In...

Fauziah

28 July 2022

Jamu, Minuman Asli Leluhur Bangsa I...

Risa Umari

09 August 2022

Aktivitas Antioksidan dan Antiaging...

Fauziah

21 July 2022