Anda mungkin tidak asing lagi dengan istilah radikal bebas. Radikal bebas disebut-sebut sebagai salah satu penyebab berbagai penyakit kronis. Apakah hal tersebut benar? Lantas apa saja penghasil radikal bebas ini?

Radikal bebas dapat didefinisikan sebagai suatu molekul bebas yang mengandung satu elektron tidak berpasangan sehingga mudah bereaksi dengan molekul, atom, dan partikel-partikel lainnya untuk menjadi lebih stabil. Reaksi ini biasa disebut dengan reaksi redoks atau reaksi reduksi-oksidasi.
Karena radikal bebas sangat reaktif dan mudah berikatan dengan partikel lain, radikal bebas akan ‘menyerang’ molekul-molekul organik seperti asam nukleat (DNA), protein, dan sel ketika masuk ke dalam tubuh. Hal ini menyebabkan kerusakan sel tubuh dan akhirnya kesetimbangan tubuh pun terganggu.
Ada beberapa jenis radikal bebas yang ada di dalam ini. Beberapa di antaranya mungkin familiar di telinga Anda seperti ozone (O3), hidrogen peroksida (H2O2), atau karbon monoksida (CO). Selain ketiga radikal bebas tersebut, terdapat radikal bebas lain seperti anion superoksida (O2*-), peroksida (ROO*), dan hidroksil (HO*) (Martemucci et al., 2022).
Tak hanya bisa ditemukan di luar tubuh, nyatanya radikal bebas juga dapat ditemukan di dalam tubuh. Bahkan, tubuh sendiri memproduksi radikal bebas sebagai hasil dari metabolisme tubuh. Oleh karenanya, sumber radikal bebas terbagi menjadi sumber eksogen (dari luar) dan endogen (dari dalam). Sumber-sumber radikal bebas berasal dari:

Meski setiap sel dalam tubuh memproduksi radikal bebas, perlu untuk membatasi paparan agen-agen di atas sehingga radikal bebas dalam tubuh tidak menumpuk semakin banyak dan pengaruh buruk radikal bebas dalam tubuh pun berkurang.
Radikal bebas dapat menyerang dan bereaksi dengan molekul organik dalam tubuh seperti lemak, protein, dan DNA. Ketika radikal bebas menyerang tubuh, maka dapat menyebabkan gangguan fungsi selular tubuh dan bahkan menyebabkan kematian sel (apoptosis) maupun jaringan sehingga menimbulkan berbagai penyakit.
Molekul radikal bebas dapat bereaksi dengan lemak yang tersimpan dalam tubuh dan menyebabkan gangguan permeabilitas dan kelenturan membran sel. Radikal bebas juga dapat menyebabkan gangguan fungsi enzim dan reseptor-reseptor dalam tubuh. Selain itu, reaksi radikal bebas dengan lipid juga menghasilkan toksin/racun bagi tubuh.
Ikatan radikal bebas dengan protein menyebabkan gangguan pada struktur protein penyusun tubuh serta kinerja enzim-enzim tubuh. Beberapa penyakit seperti Alzheimer disebabkan karena menumpuknya racun hasil reaksi antara radikal bebas dengan protein (Qazi & Molvi, 2018).
Radikal bebas juga menyebabkan berbagai penyakit yaitu asma, bronkitis kronis, artritis, rematik, gagal ginjal, diabetes, hipertensi, katarak, bahkan kanker. Selain itu, karena radikal bebas dapat berikatan dengan telomer (ujung yang melindungi kromosom), maka akan menyebabkan penuaan (Sarkar, Atreyi & Uma, 2016).
Banyaknya pengaruh buruk radikal bebas terhadap tubuh membuat radikal bebas harus dinetralkan dengan antioksidan. Antioksidan alami adalah pilihan tepat untuk cegah kerusakan akibat radikal bebas dalam tubuh tanpa menimbulkan efek karsinogenik (menyebabkan kanker) seperti antioksidan sintetis.
Untuk itu, Widya Herbal Indonesia memformulasikan Tangkil Kusiko dengan kandungan Buah Merah (Pandanus conoideus), Cengkeh (Syzygium aromaticum), dan Edamame (Glycine max) yang kaya akan antioksidan alami untuk menangkal kerusakan akibat radikal bebas.
Diformulasikan secara nanoteknologi dan sesuai standar CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik), Tangkil Kusiko dapat bekerja secara efisien dalam menangkal radikal bebas karena dapat diserap secara optimal oleh tubuh. Kandungan herbal multikomponen satu-satunya di Indonesia dapat meningkatkan efektivitas pengobatan karena bekerja di berbagai reseptor (tempat interaksi obat).
Produk Tangkil Kusiko dapat Anda peroleh dengan mudah dan cepat. Cukup hubungi Customer Service Widya Herbal Indonesia atau kunjungi website Widya Herbal Indonesia untuk pemesanan dan pertanyaan lebih lanjut tentang produk ini. Anda juga dapat melakukan pemesanan melalui aplikasi Widya Herbal Indonesia yang dapat diunduh di playstore maupun appstore.
Semoga sehat selalu panjang umur, serta mulia. Salam Longevity!
Penulis: apt. Fauziah Nurhasanah, S.Farm
Ditinjau oleh: apt. Risa Umari Yuli Aliviyanti, M. Pharm., Sci.
Editor: Aries Ikawati Arifah
Sumber:
Martemucci, G., Costagliola, C., Mariano, M., D’andrea, L., Napolitano, P., & D’Alessandro, A. G. (2022). Free Radical Properties, Source and Targets, Antioxidant Consumption and Health. Oxygen, 2(2), 48–78. https://doi.org/10.3390/oxygen2020006
Qazi, M. A., & Molvi, K. I. (2018). Free Radicals and their Management. American Journal of Pharmacy And Health Research, 6(4), 1–10. https://doi.org/10.46624/ajphr.2018.v6.i4.001
Sarkar, Atreyi & Uma, G. (2016). Natural Antioxidants - The Key to Safe and Sustainable Life. International Journal of Latest Trends in Engineering and Technology (IJLTET), 6(February), 460–466.