Stroke merupakan salah satu penyakit paling mematikan yang ada di sistem peredaran darah manusia. Menurut data dari World Health Organization (WHO) pada 2019, stroke merupakan penyakit penyebab kematian kedua di dunia dan telah membunuh jutaan jiwa (WHO, 2020).

Secara umum, stroke dapat diartikan sebagai kondisi ketika terjadi gangguan aliran darah menuju otak akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Hal ini menyebabkan otak tidak dapat menerima aliran oksigen dan nutrisi sehingga terjadi gangguan di jaringan otak.
WHO sendiri mendefinisikan stroke sebagai keadaan dimana ditemukan tanda-tanda klinis berupa penurunan aktivitas saraf dan fungsi otak yang terjadi selama lebih dari 24 jam atau menyebabkan kematian (Coupland et al., 2017).
Terdapat dua jenis stroke yang banyak terjadi dan menyebabkan kematian di berbagai negara di dunia. Kedua jenis stroke tersebut adalah stroke iskemik dan stroke hemoragik.
Stroke iskemik merupakan stroke yang terjadi akibat adanya penyumbatan pembuluh darah di otak. Stroke jenis ini adalah stroke yang lebih sering terjadi yaitu sebanyak 87% dari keseluruhan kejadian stroke.
Stroke hemoragik terjadi karena pecahnya pembuluh darah dan terjadinya perdarahan di otak. Stroke ini terjadi lebih jarang dibandingkan dengan stroke iskemik, yaitu 13% kejadian stroke. Meski begitu, kematian yang disebabkan oleh stroke hemoragik hampir sama dengan stroke iskemik.
(Salvadori et al., 2021).
Gejala stroke sebenarnya berbeda-beda tergantung bagian otak yang terserang. Namun, terdapat beberapa gejala utama dari stroke yang dapat dikenali dan harus mendapatkan pertolongan segera:
Terdapat beberapa kondisi yang meningkatkan risiko terjadinya stroke. Kondisi-kondisi tersebut antara lain:
Tekanan darah tinggi merupakan penyebab utama dari stroke.
Stroke dapat disebabkan karena tingginya lemak dan kolesterol jahat dalam darah.
Konsumsi rokok dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit-penyakit kardiovaskular. Tak hanya perokok aktif, orang-orang yang merokok di usia muda bahkan perokok pasif juga dapat mengalami penyakit-penyakit kardiovaskular, termasuk stroke.
Orang-orang yang kurang beraktivitas fisik atau olahraga dapat mengalami stroke 1,5 kali lebih banyak dibandingkan dengan orang-orang yang berolahraga. Selain itu, orang-orang dengan berat badan berlebih atau obesitas dapat menyebabkan penyakit jantung koroner dan diabetes yang akhirnya menyebabkan stroke.
Konsumsi makanan tidak sehat seperti lemak jenuh dan kolesterol dapat meningkatkan kadar lemak dan kolesterol dalam darah sehingga dapat menyebabkan penyumbatan dan akhirnya menyebabkan stroke. Selain itu, konsumsi buah-buahan yang kurang menyebabkan 11% kejadian stroke di dunia.
(Puthenpurakal & Crussell, 2017).
Stroke rawan terjadi pada orang-orang dengan kondisi sebagai berikut:
Di usia tua, sel-sel dalam tubuh ikut menua sehingga menyebabkan orang lanjut usia (lansia) rawan terkena penyakit. Usia lebih dari 55 tahun menyebabkan risiko terjadinya stroke meningkat dibandingkan dengan orang-orang usia lebih muda.
Laki-laki memiliki risiko yang lebih tinggi terkena stroke dibandingkan perempuan. Selain itu, laki-laki biasanya mengalami stroke pada usia yang lebih muda dibandingkan dengan perempuan.
Risiko terjadinya stroke meningkat pada orang-orang yang memiliki keluarga dengan riwayat penyakit jantung dan pembuluh darah. Biasanya, stroke dapat terjadi di usia lebih awal atau sebelum 55 tahun bila terdapat riwayat penyakit keluarga.
(Puthenpurakal & Crussell, 2017).
Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mencegah stroke, yaitu:
Selain itu, Anda dapat mencegah dan membantu penyembuhan stroke dengan mengonsumsi herbal-herbal pilihan yang aman untuk kesehatan. Widya Herbal Indonesia memformulasikan produk Prascitta yang mengandung ekstrak gamat emas, ekstrak ikan gabus, dan ekstrak purwaceng. Ketiga herbal pilihan ini bekerja sinergis untuk mengatasi penyakit jantung dan pembuluh darah, termasuk stroke.

Produk Prascitta dapat Anda peroleh dengan mudah. Cukup hubungi Customer Service Widya Herbal Indonesia. Kunjungi selalu website Widya Herbal Indonesia dan media sosial Widya Herbal Indonesia. Selain itu, Anda dapat mengunduh aplikasi Widya Herbal Indonesia melalui playstore dan appsstore yang menyediakan Konsultasi Kesehatan bersama Dokter dan Apoteker dan Artikel Kesehatan secara GRATIS!
Sumber:
Coupland, A. P., Thapar, A., Qureshi, M. I., Jenkins, H., & Davies, A. H. (2017). The definition of stroke. Journal of the Royal Society of Medicine, 110(1), 9–12. https://doi.org/10.1177/0141076816680121
Puthenpurakal, A., & Crussell, J. (2017). Stroke 1: definition, burden, risk factors and diagnosis. Nursing Times, 113(11), 43–47.
Salvadori, E., Papi, G., Insalata, G., Rinnoci, V., Donnini, I., Martini, M., Falsini, C., Hakiki, B., Romoli, A., Barbato, C., Polcaro, P., Casamorata, F., Macchi, C., Cecchi, F., & Poggesi, A. (2021). Comparison between ischemic and hemorrhagic strokes in functional outcome at discharge from an intensive rehabilitation hospital. Diagnostics, 11(1). https://doi.org/10.3390/diagnostics11010038
WHO. (2020). The Top 10 Causes of Death. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/the-top-10-causes-of-death
Sumber gambar: Cancer cell photo created by kjpargeter - www.freepik.com