Panas dalam merupakan salah satu gangguan tenggorokan yang paling sering terjadi. Panas dalam dapat terjadi akibat adanya infeksi baik virus maupun bakteri, atau karena keadaan lingkungan yang mengiritasi tenggorokan. Gejala utama yang dirasakan saat seseorang mengalami panas dalam adalah sakit tenggorokan. Kendati dapat sembuh dalam waktu 1 minggu tanpa pengobatan, tetapi panas dalam menimbulkan sensasi yang sangat menggangu di tenggorokan. Panas dalam menyebabkan tenggorokan terasa panas, kering, dan gatal. Bahkan pada kasus yang lebih parah menyebabkan inflamasi tenggorokan yang menyebabkan proses menelan menjadi menyakitkan. Pada kasus panas dalam akibat infeksi virus, kasus yang paling umum terjadi adalah adanya infeksi virus common cold (Seladi-Schulman, 2019). Selain itu, terdapat beberapa keadaan lingkungan yang dapat menyebabkan panas dalam diantaranya:
Udara kering. Keadaan ini sering terjadi pada saat musim kemarau dimana udara lebih kering dari biasanya. Kasus lain dapat terjadi pula apabila seseorang sering bekerja di ruangan ber-AC. Udara yang kering dapat menarik kelembapan dari mulut dan tenggorokan sehingga membuat tenggorokan kering dan gatal.
Alergen. Keadaan ini terjadi khusus bagi seseorang yang memiliki hipersensitivitas terhadap sesuatu. Allergen seperti debu dan benang sari bunga dapat menyebabkan panas dalam dan sakit tenggorokan bila terhirup
Asap dan bahan kimia. Asap rokok dapat menyebabkan iritasi tenggorokan sehingga memicu panas dalam. Selain itu, bahan kimia berbau tajam termasuk cairan pembersih juga dapat mengiritasi tenggorokan
Pola makan. Beberapa makanan seperti masakan berlemak, asam, dan pedas bersifat “panas” bagi tenggorokan apabila dikonsumsi berlebihan.
Pada kasus panas dalam yang disertai infeksi bakteri, maka kita perlu berkonsultasi kepada dokter untuk mendapat terapi antibiotic. Akan tetapi, sebagian besar kasus panas dalam bukan disebabkan oleh bakteri sehingga kita dapat melakukan beberapa cara di rumah untuk mengatasi panas dalam dengan cepat (Story & Gotter, 2017).
1. Berkumur dengan Air Garam Hangat
Air garam hangat dapat memberikan sensasi melegakan bagi tenggorokan sehingga mengurangi rasa sakit. Air garam juga diketahui dapat membunuh bakteri dan virus. Selain itu, konsumsi air garam hangat dapat mengurangi iritasi dan bengkak akibat panas dalam
2. Minum Minuman Hangat
Penderita panas dalam perlu banyak mengonsumsi air supaya tetap terhidrasi. Mengonsumsi minuman hangat dapat meringankan inflamasi dan iritasi yang terjadi. Minuman hangat yang dikonsumsi dapat berupa teh atau kombinasi dengan madu.
3. Mengkonsumsi Madu
Madu dapat dikonsumsi dengan air hangat maupun the untuk meredakan panas dalam. Penelitian menunjukkan bahwa madu dapat mempercepat penyembuhan luka dan iritasi (Cianciosi et al., 2018; Jull et al., 2015).
4. Menghindari Asap rokok
Asap rokok merupakan salah satu penyebab iritasi tenggorokan dan panas dalam. Oleh karena itu, menghindari faktor penyebab dapat mencegah panas dalam semakin parah
5. Mengkonsumsi GENIRING TISTIS
Widya Herbal Indonesia memformulasikan herbal multi komponen yang terdiri dari Garcinia mangostana pericarpium extract (Kulit Manggis), Chrysanthemum indicum flos extract (Bunga Krisan), Gypsum fibrosum (Kristal Selenit) dan Imperata cylindrical L. radix extract (Alang-Alang) dengan ativitas antioksidan tinggi mampu menangkal stress oksidatif, mengatasi inflamasi (peradangan) pada tenggorokan, memperlancar aliran darah pada tenggorokan dan memberikan rasa dingin dan nyaman pada tenggorokan.
.jpeg)
Referensi:
Cianciosi, D., Forbes-Hernández, T. Y., Afrin, S., Gasparrini, M., Reboredo-Rodriguez, P., Manna, P. P., … Battino, M. (2018). Phenolic compounds in honey and their associated health benefits: A review. Molecules, 23(9), 1–20. https://doi.org/10.3390/molecules23092322
Jull, A. B., Cullum, N., Dumville, J. C., Westby, M. J., Deshpande, S., & Walker, N. (2015). Honey as a topical treatment for wounds. Cochrane Database of Systematic Reviews, 2015(3). https://doi.org/10.1002/14651858.CD005083.pub4
Seladi-Schulman, J. (2019). What Causes a Sore Throat and Headache? Diambil 28 Maret 2022, dari https://www.healthline.com/health/sore-throat-and-headache#symptoms
Story, C. M., & Gotter, A. (2017). 12 Natural Remedies for Sore Throat. Diambil 18 Maret 2022, dari https://www.healthline.com/health/cold-flu/sore-throat-natural-remedies#Overview