Munculnya ageing pada kulit dapat diperparah akibat paparan radiasi sinar UV. Radiasi menyebabkan terbentuknya reactive oxygen species (ROS) yang memicu timbulnya kerutan, menurunkan elastisitas kulit, munculnya pigmentasi dan memicu kerusakan lain pada kulit, seperti kering, kusam dan kasar (Waqas et al., 2018). Radikal bebas dalam tubuh dapat diseimbangkan dengan penambahan antioksidan. Antioksidan ini mampu meningkatkan elastisitas kulit, memicu regenerasi kulit, mencegah kering, kusam, keriput dan pigmentasi kulit serta membuat kulit terlihat lebih muda (Waqas et al., 2018).
Cari Tahu tentang Edamame (Glycine max L.)
Edamame merupakan salah satu spesies tanaman asli Asia Timur dan China dari keluarga Fabaceae atau polong-polongan (Waqas et al., 2018). Kandungan protein, serat, berbagai macam mikronutrien, isoflavon dan fenolik yang tinggi menjadikan edamame merupakan salah satu tanaman yang banyak digunakan dalam kosmetik; mencerahkan warna kulit, mencegah pigmentasi, anti-ageing dan menjaga kelembaban serta elastisitas kulit (Waqas et al., 2018; F. Bergfeld et al., 2019; Le et al., 2019).
Edamame mengandung berbagai macam senyawa bioaktif, seperti asam-asam fenolik (asam galat, asam salisilat, asam ferulat dan asam 3-hidroksi sinamat), flavonoid, isoflavon, saponin, fitosterol dan spingolipid. Tiap 100g ekstrak edamame mengandung karbohidrat (30,16 g), lemak (19,94 g) dan protein (36,49 g). Isoflavon terbanyak didapatkan dengan ekstraksi menggunakan pelarut etanol (52 mg/25 g ekstrak), dilanjutkan dengan pelarut etil asetat (48 mg/25 g) dan n-heksan (27 mg/25 g) (F. Bergfeld et al., 2019; Le et al., 2019). Tanaman edamame putih disajikan dalam Gambar 1.
Edamame memiliki banyak khasiat bagi kesehatan, seperti antioksidan, mencegah proliferasi atau pertumbuhan sel kanker, menurunkan resiko penyakit jantung, mencegah osteoporosis dan mengurangi sindrom post menopous. Tingginya aktivitas antioksidan membuat edamame sangat bermanfaat bagi kulit; seperti mencegah kerusakan kulit akibat paparan UVB, mengurangi hiperpegmentasi, meningkatkan elastisitas kulit, mengontrol produksi minyak dan menjaga kelembaban kulit (F. Bergfeld et al., 2019; Le et al., 2019).
Senyawa Fitokimia dalam Ekstrak Edamame
Senyawa fitokimia kandungan ekstrak edamame tersaji dalam Gambar 2.

Aktivitas Anti-aging Ekstrak Edamame
Matriks ekstraseluler kulit terdiri dari kolagen, elastin dan asam hyaluronat yang berfungsi dalam menjaga kelembaban dan elastisitas kulit. Pembentukan radikal bebas (ROS) oleh sinar UV dan oksidatif stress lainnya dapat mempengaruhi enzim yang bekerja dalam menjaga keseimbangan kulit, yakni enzim hyaluronidase sebagai tempat perlekatan kolagen dan elastin. Tingginya ROS dan oksidatif stress menyebabkan peningkatan enzim hyaluronidase, sehingga tanda-tanda penuaan muncul (Ndlovu et al., 2013).
Antioksidan berperan untuk mengurangi kerusakan sel-sel kulit yang disebabkan radikal bebas. Antioksidan juga membantu menghambat peradangan dan memberikan perlindungan kulit dari paparan sinar UV penyebab kanker kulit. Senyawa isoflavon yang terkandung dalam edamame, terutama daidzen memegang peranan penting dalam menghambat enzim hyaluronidase, sehingga aktivitas antioksidannya mampu menghambat radikal bebas melalui 2 mekanisme. Pertama, daidzen mampu menghambat oksidasi lipid dalam liposom membran dengan menangkap radikal bebas secara langsung (Liang et al., 2008; Asan et al., 2019). Kedua, mekanisme antioksidan tersebut secara tidak langsung meningkatkan aktivitas enzim antioksidan (Kampkötter et al., 2008; Liang et al., 2008; Asan et al., 2019).
Data empiris yang didukung studi pustaka secara komprehensif dan mendalam terkait dengan aktivitas ekstrak edamame untuk membantu mencegah penuaan dini mendukung Research and Development (RnD) Widya Herbal Indonesia memformulasikan edamame menjadi salah satu komponen penyusun Kala Srenggi yang berkhasiat sebagai anti-aging. Aktivitas edamame dan berbagai ramuan lain dalam Kala Srenggi sebagai anti-aging telah kami ujikan melalui laboratorium terstandar dengan parameter-parameter yang sesuai dengan standar BPOM. Produksi dilakukan di pabrik bersertifikat Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dengan menggunakan sistem otomatis, dengan mesin-mesin modern yang teliti dan menjaga kualitas serta kesterilan produknya.
Daftar Pustaka
Asan, T., Lister, I. N. E., Fachrial, E., Amalia, A., Widowati, W., Samin, B., & Liena, L. (2019). Potency of Black Soybean (Glycine max (L.) Merr) Extract and Daidzein as Antioxidant and Antihyaluronidase. Majalah Obat Tradisional, 24(1), 52. https://doi.org/10.22146/mot.43615
F. Bergfeld, W., V. Belsito, D., A. Hill, R., & D. Klaassen, C. (2019). Safety Assessment of Soy-Derived Ingredients as Used in Cosmetics. Cosmetic Ingredient Review.
Kampkötter, A., Chovolou, Y., Kulawik, A., Röhrdanz, E., Weber, N., Proksch, P., & Wätjen, W. (2008). Isoflavone daidzein possesses no antioxidant activities in cell-free assays but induces the antioxidant enzyme catalase. Nutrition Research, 28(9), 620–628. https://doi.org/10.1016/j.nutres.2008.06.002
Le, X. T., Lan Vi, V. L., Toan, T. Q., Bach, L. G., Truc, T. T., & Hai Ha, P. T. (2019). Extraction Process of Polyphenols from Soybean (Glycine max L.) Sprouts: Optimization and Evaluation of Antioxidant Activity. Processes, 7(8), 489. https://doi.org/10.3390/pr7080489
Liang, J., Tian, Y.-X., Fu, L.-M., Wang, T.-H., Li, H.-J., Wang, P., Han, R.-M., Zhang, J.-P., & Skibsted, L. H. (2008). Daidzein as an Antioxidant of Lipid: Effects of the Microenvironment in Relation to Chemical Structure. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 56(21), 10376–10383. https://doi.org/10.1021/jf801907m
Ndlovu, G., Fouche, G., Tselanyane, M., Cordier, W., & Steenkamp, V. (2013). In vitro determination of the anti-aging potential of four southern African medicinal plants. BMC Complementary and Alternative Medicine, 13(1), 304. https://doi.org/10.1186/1472-6882-13-304
Waqas, M. K., Akhtar, N., Rasul, A., Sethi, A., Abbas, K., & Hussain, T. (2018). NON-INVASIVE IN VIVO EVALUATIONS OF COSMETIC EMULSION CONTAINING PHYTOEXTRACT OF GRAPE SEEDS IN THE TREATMENT OF SKIN AGING BY USING NON-INVASIVE BIO-ENGINEERING TECHNIQUES. 10.