Kenali Jamur Cordyceps, Jamur Langka untuk Jaga Kesehatan Tubuh

header

Kenali Jamur Cordyceps, Jamur Langka untuk Jaga Kesehatan Tubuh

Ifah Fauziah 28 July, 2022

Telah digunakan sejak berabad-abad lalu, simak perjalanan jamur cordyceps yang kaya akan khasiat!

Jamur cordyceps merupakan salah obat tradisional yang memiliki berbagai khasiat untuk kesehatan. Khasiat tersebut di antaranya adalah dapat meningkatkan sistem imun, kaya akan antioksidan, dapat menurunkan kadar gula dan kolesterol dalam darah, serta menunjang dan memperbaiki sistem pernapasan tubuh.

Sejarah Cordyceps dalam Pengobatan Tradisional Dunia

Traditional Chinese Medicine (TCM) atau Pengobatan Tradisional China telah menggunakan jamur cordyceps sebagai salah satu komponen pengobatan sejak lebih dari 300 tahun yang lalu.

Dalam sejarahnya, jamur ini pertama kali muncul dalam catatan pengobatan ‘Ben-Cao-Bei-Yao’ yang ditulis oleh Wang Ang pada tahun 1694. Wang Ang merupakan tokoh terpelajar yang telah menulis berbagai macam catatan kesehatan manusia (Lin & Li, 2011; Yue et al., 2013).

Selain itu, jamur cordyceps juga tercatat pada catatan pengobatan ‘Bei-Cao-Cong-Xin’ yang ditulis oleh Yiluo Wu dari dinasti Qing pada 1757 dan pada catatan ‘Ben-Cao-Gang-Mu-Shi-Yi’ oleh Xueming Zhao pada 1765 (Zhou et al., 2009).

Jamur cordyceps diperkenalkan ke dunia medis barat pada abad ke 17. Pada tahun 1878, seorang peneliti dari Italia bernama Saccardo memberi nama ilmiah dari jamur cordyceps sebagai Cordyceps sinensis yang masih digunakan hingga sekarang. Pada pertengahan abad 19, mulai muncul studi-studi ilmiah terkait dengan kandungan jamur cordyceps (Yue et al., 2013).

  • Tahun 1694: Muncul pertama dalam catatan ‘Ben-Cao-Bei-Yao’ oleh Wang Ang
  • Tahun 1757: Muncul dalam catatan ‘Bei-Cao-Cong-Xin’ oleh Yiluo Wu dari Dinasti Qing
  • Tahun 1765: Muncul dalam catatan pengobatan ‘Ben-Cao-Gang-Mu-Shi-Yi’ oleh Xueming Zhao
  • Tahun 1878: Mendapatkan nama ilmiah ‘Cordyceps sinensis
  • Tahun 1957: Studi pertama kali terkait komponen kimia dari jamur cordyceps oleh Sprecher dan Sprinson
  • Tahun 1980: Studi ilmiah jamur cordyceps semakin berkembang

(Zhou et al., 2009).

Jamur Cordyceps Tumbuh dari Larva Serangga, Benarkah?

Nama jamur cordyceps berasal dari Bahasa Latin yaitu cord (kumpulan) dan ceps (kepala). Cordyceps seringkali disebut ‘Dong Chong Xia Cao’ dalam Bahasa Mandarin dan ‘Tockukaso’ dalam Bahasa Jepang yang berarti ‘Winter-insect and summer-plant atau ‘serangga musim dingin dan tumbuhan musim panas’ (Yue et al., 2013).

Sebutan itu muncul karena dalam pertumbuhannya, jamur cordyceps menjadi parasit dari larva spesies serangga Hepialus armoticamus Oberthur, yang juga disebut dengan winter-insect atau serangga musim dingin (Zhou et al., 2009)

Dimana jamur cordyceps bisa ditemukan?

Jamur cordyceps tumbuh di pegununagan terutama di wilayah Asia Timur. Jamur ini banyak tumbuh di ketinggian 3500 hinga 5000 meter di atas permukaan laut tempat inangnya tumbuh (Yue et al., 2013).

Salah satu negara tempat tumbuh jamur cordyceps adalah Tiongkok, terutama di Provinsi Qinghai, Tibet, Sichuan, Yunnan, dan Gansu. Daerah-daerah tersebut masuk dalam wilayah Pegunungan Himalaya di Barat Daya dan Barat Laut Tiongkok. Selain itu, jamur cordyceps juga dapat ditemukan di dataran tinggi Nepal, Bhutan, dan India (Lin & Li, 2011).

Walaupun tumbuh jauh di Himalaya, Anda tidak perlu khawatir. Khasiat jamur cordyceps dapat Anda peroleh dalam produk kami Visuddha Baddhana. Selain jamur cordyceps, Visuddha Baddhana juga mengandung ekstrak ginseng dan ekstrak sarang walet yang bekerja secara sinergis untuk mengurangi gejala penyakit sistem pernapasan.

Apabila ada pertanyaan terkait dengan jamur cordyceps atau herbal lainnya, Anda dapat berkonsultasi pada dokter kami di aplikasi Widya Herbal yang bisa diunduh melalui playstore dan appstore. Anda juga dapat berkonsultasi secara intens melalui WhatsApp Grup eksklusif bersama dokter dan apoteker kami kapanpun dimanapun. Salam Sehat!

Sumber:

Lin, B., & Li, S. (2011). Cordyceps as an Herbal Drug. In Herbal Medicine: Biomolecular and Clinical Aspects. 2nd edition. Boca Raton (FL): CRC Press/Taylor & Francis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK92758/

Yue, K., Ye, M., Zhou, Z., Sun, W., & Lin, X. (2013). The genus Cordyceps: A chemical and pharmacological review. Journal of Pharmacy and Pharmacology, 65(4), 474–493. https://doi.org/10.1111/j.2042-7158.2012.01601.x

Zhou, X., Gong, Z., Su, Y., Lin, J., & Tang, K. (2009). Cordyceps fungi: natural products, pharmacological functions and developmental products. Journal of Pharmacy and Pharmacology, 61(3), 279–291. https://doi.org/10.1211/jpp/61.03.0002

 


0 Komentar

  • Tidak ada komentar, jadikan anda orang pertama untuk berkomentar.

Tinggalkan Komentar