Aktivitas fisik atau olahraga yang dilakukan secara rutin merupakan salah satu cara untuk menjaga kebugaran tubuh. Salah satu jenis olahraga yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia adalah bersepeda.
Jenis olahraga kardio ini telah menjadi tren dan gaya hidup terutama sejak pandemi COVID-19 menyerang. Dapat dilakukan oleh semua orang dari berbagai kalangan usia mulai dari anak-anak hingga usia lanjut, bersepeda adalah pilihan olahraga terbaik untuk keluarga.
Meski masuk dalam kategori olahraga dengan intensitas rendah (low impact), bukan berarti olahraga ini bisa dilakukan tanpa risiko. Bila tidak dilakukan dengan kondisi fisik dan stamina yang cukup, bersepeda dapat menimbulkan risiko fatal dan mengakibatkan kematian, salah satunya adalah serangan jantung (Yayasan Jantung Indonesia, 2021).

Serangan jantung (heart attack, juga dapat disebut sebagai myocardial infarction atau infark miokard) adalah gangguan pada aliran darah menuju jantung sehingga terjadi penyumbatan dan akhirnya suplai darah berisi oksigen serta nutrisi untuk jantung terhambat.
Ketika sel-sel jantung tidak mendapatkan suplai kebutuhan dasar untuk menunjang hidup, maka akan terjadi kematian sel jantung dan bila terus dibiarkan akan menyebabkan kematian jaringan jantung. Kondisi ini akan menyebabkan deteriorasi hemodinamik (perburukan kondisi pembuluh darah) dan akhirnya akan terjadi henti jantung (cardiac arrest) (Ojha & Dhamoon, 2022; Singh & Jat, 2021).
Peristiwa serangan jantung seringkali menimpa para pesepeda karena aktivitas kardio ini membutuhkan tenaga yang tidak sedikit. Tubuh bugar dan kondisi tubuh fit harus diperhatikam agar risiko serangan jantung tidak meningkat. Menurut Raja Sapta Oktohari, Ketua Komite Olimpiade Indonesia, banyaknya peristiwa serangan jantung saat bersepeda biasanya disebabkan karena kurangnya kesadaran diri akan kondisi kesehatannya.
Terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan risiko terkena serangan jantung saat bersepeda semakin besar. Kondisi tersebut antara lain:
Orang-orang yang riwayat penyakit jantung dan pembuluh darah lebih berisiko terkena serangan jantung saat bersepeda dibandingkan yang tidak. Selain itu, orang-orang yang pernah mengalami gejala penyakit jantung seperti nyeri dada, sesak napas, pingsan tiba-tiba, pandangan kabur, kolesterol tinggi, dan obesitas meningkatkan risiko serangan jantung saat bersepeda.
Ketika orang yang telah lama vakum berolahraga kembali melakukan olahraga, maka jantung akan bekerja semakin berat untuk memenuhi suplai oksigen dan nutrisi yang bertambah saat olahraga.
Meningkatkan intensitas bersepeda secara berlebihan dan mendadak juga dapat memperberat kerja jantung dalam menyuplai oksigen dan nutrisi ke seluruh sel tubuh.
(Yayasan Jantung Indonesia, 2021).

Meski begitu, jangan khawatir terjadi serangan jantung saat bersepeda. Kondisi ini bisa dicegah sedari dini dengan cara-cara sebagai berikut:
Istirahat dan tidur cukup sebelum bersepeda dapat membuat tubuh jadi semakin fit saat bersepeda sehingga risiko serangan jantung pun berkurang karena tubuh sudah ‘siap’
Perhatikan FITT (Frequency, Intensity, Time, Type) saat bersepeda. Atur pola latihan bersepeda yang teratur dan terukur serta melakukan pemanasan sebelum bersepeda dan pendinginan setelah bersepeda.
Agar tidak memberatkan kerja jantung, maka meningkatkan intensitas bersepeda harus dilakukan secara bertahap. Perhatikan detak jantung Anda agar disesuaikan dengan intensitas bersepeda Anda.
Konsumsi produk herbal berkualitas dengan kandungan multikomponen dalam tampilan yang lebih modern seperti Prascitta (ekstrak gamat emas, ekstrak ikan gabus, dan ekstrak purwaceng) untuk menyehatkan jantung dan mencegah risiko terjadinya serangan jantung dan Visuddha Baddhana (ekstrak sarang walet, ekstrak jamur cordyceps, dan ekstrak ginseng) untuk menjaga dan mempertahankan fungsi paru.
Selain itu, perlu berkonsultasi rutin pada tim medis seperti dokter untuk pantau selalu kondisi jantung. Widya Herbal Indonesia punya aplikasi Widya Herbal yang memiliki fitur scan lidah sehingga dapat deteksi penyakit dan kondisi tubuh secara cepat, tepat, akurat, dan bisa dilakukan dimana saja.
Hasil dari scan lidah Widya Herbal Indonesia akan dianalisis oleh tim medis lengkap (dokter + apoteker) yang juga selalu siap sedia melayani konsultasi dan memberikan rekomendasi terbaik untuk kesehatan Anda! Aplikasi Widya Herbal dapat diunduh melalui playstore dan appstore!
Semoga selalu sehat, panjang umur, serta mulia.
Penulis: apt. Fauziah Nurhasanah, S.Farm
Ditinjau oleh: apt. Risa Umari Yuli Aliviyanti, M. Pharm., Sci.
Editor: Aries Ikawati Arifah
Sumber gambar:
<a href="https://www.freepik.com/free-photo/man-ride-bicycle-bridgethe-image-cyclist-motion-background-morning_27221840.htm#query=healthy%20bicycle&position=3&from_view=search">Image by viarprodesign</a> on Freepik
Sumber:
Ojha, N., & Dhamoon, A. S. (2022). Myocardial Infarction. In StatPearls [Internet] Treasure Island (FL). StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537076/
Singh, A. K., & Jat, K. R. (2021). Myocardial infarction. Himalayan Journal of Health Sciences, 6(4), 16–32. https://doi.org/10.22270/hjhs.v6i4.116
Yayasan Jantung Indonesia. (2021). Cara Tepat Bersepeda untuk Kesehatan Jantung.