Pada 18 Agustus 2022 lalu, Indonesia dikejutkan dengan munculnya kasus pertama dari cacar monyet yang menjangkit seorang pria 27 tahun asal Jakarta dengan riwayat perjalanan ke negara-negara Eropa. Meski disebutkan bahwa pasien mengalami gejala ringan dan tidak perlu dirawat di rumah sakit, tentunya masyarakat tetap perlu mewaspadai penyakit ini.

Cacar monyet atau monkeypox merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox dari genus Orthopoxvirus dan famili Poxviridae. Nama cacar monyet pertama kali ditemukan pada tahun 1958 saat dua ekor kera mengalami penyakit seperti cacar air di pusat penelitian di Denmark.
Virus ini masuk dalam kategori zoonosis (ditularkan dari manusia oleh hewan). Hewan-hewan yang berpotensi menularkan virus ini di antaranya adalah monyet, tikus, dan tupai. Penularan ke manusia disebabkan karena kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau konsumsi daging hewan-hewan yang terinfeksi virus.
Cacar monyet dapat ditularkan dari manusia ke manusia melalui cara yang sama sehingga seseorang yang mengalami cacar monyet harus diisolasi di ruangan khusus. Risiko penularan cacar monyet muncul sejak timbul ruam dan tidak menular lagi setelah semua keropeng rontok (Kemenkes RI, 2022).

Gejala cacar monyet meliputi:
Perbedaan utama antara gejala cacar monyet dan cacar air adalah adanya pembengkakan kelenjar getah bening atau lymphadenopathy ketika seseorang terkena cacar monyet. Pembengkakan ini terjadi di bagian leher, ketiak, maupun selangkangan. Sementara ketika seseorang terkena cacar air, tidak terjadi pembengkakan kelenjar getah bening (Wilson et al., 2014).
Ukuran dari ruam dan lesi kulit pada cacar monyet juga lebih besar dan terjadi setelah demam. Ruam biasanya pertama kali muncul di wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya dan berkembang mulai dari ruam merah, kemudian bintik kecil, lalu menjadi lepuhan berisi cairan dan nanah, dan akhirnya mengeras lalu rontok (WHO, 2022).
Agar tidak tertular cacar monyet, maka perlu dilakukan pencegahan. Hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah penularan cacar monyet adala:
Kasus pertama cacar monyet sudah ada di Indonesia. Mari bersama-sama menjalankan pola hidup bersih dan sehat supaya cacar monyet tak mewabah di Indonesia. Selain itu, hal terpenting untuk mencegah penularan penyakit adalah dengan menjaga imunitas.
Imunitas dan antibodi dapat mencegah dan membantu mengatasi penyakit-penyakit menular. Dengan meningkatnya imunitas dapat mencegah masuknya virus ke sel-sel tubuh, membasmi virus yang masuk ke tubuh, dan menetralkan virus yang masuk ke tubuh sehingga tidak bisa menginfeksi lagi.
Herbal adalah solusi terbaik untuk mencegah penyakit tanpa menimbulkan efek samping berbahaya bagi tubuh. Herbal-herbal seperti daun sambiloto, kunyit, dan meniran punya efek baik untuk imunitas tubuh. Komponen tersebut ada dalam produk andalan Widya Herbal Indonesia, Angga Prasthana.
Angga Prasthana mengandung ekstrak daun sambiloto (Andrographis paniculata), kunyit (Curcuma domestica), dan meniran (Phyllanthus urinaria) yang dapat meningkatkan produksi antibodi dan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh sehingga dapat terhindar dari cacar monyet.
Produk Angga Prasthana dapat Anda peroleh melalui Customer Service Widya Herbal Indonesia atau kunjungi laman media sosial kami untuk informasi lebih lanjut. Semoga sehat selalu, panjang umur, serta mulia bersama Widya Herbal Indonesia.
Untuk cari tahu lebih tentang purwaceng dan herbal lainnya, Anda dapat mengunjungi website Widya Herbal Indonesia dan media sosial Widya Herbal Indonesia. Selain itu, Anda dapat mengunduh aplikasi Widya Herbal Indonesia yang dapat diunduh melalui playstore dan appstore yang menyediakan Konsultasi Herbal dan Artikel Kesehatan secara GRATIS!
Sumber:
Kemenkes RI. (2022). Cacar Monyet Ditetapkan Sebagai Darurat Kesehatan Internasional. Unit Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI. https://upk.kemkes.go.id/new/cacar-monyet-ditetapkan-sebagai-darurat-kesehatan-internasional
WHO. (2022). Monkeypox. https://www.who.int/health-topics/monkeypox/#tab=tab_1
Wilson, M. E., Hughes, J. M., McCollum, A. M., & Damon, I. K. (2014). Human monkeypox. Clinical Infectious Diseases, 58(2), 260–267. https://doi.org/10.1093/cid/cit703