Simak Kandungan Kunci Pepet yang Berkhasiat, Bisa Cegah Penyerapan Lemak

Fauziah Nurhasanah, 28 June, 2022

Pernahkah Anda mendengar tentang tanaman kunci pepet? Sejak dahulu, kunci pepet telah digunakan untuk kesehatan tubuh. Simak selengkapnya di artikel berikut!

Kunci pepet mungkin tidak seterkenal spesies-spesies serumpunnya seperti kunyit (Kaempferia galanga) maupun kunyit putih (Kaempferia rotunda). Akan tetapi tanaman ini juga tak kalah manfaatnya untuk kesehatan.

Sekilas tentang Kunci Pepet

Kingdom: Plantae
Filum: Tracheophyta
Kelas: Liliopsida
Orde: Zingiberales
Famili: Zingiberaceae
Genus: Kaempferia
Spesies: Kaempferia angustifolia

Kunci pepet memiliki nama ilmiah Kaempferia angustifolia yang masuk dalam genus Kaempferia dan famili Zingiberaceae. Tanaman ini terdistribusi dari Himalaya Timur, Laos, Vietnam, Thailand, hingga ke Jawa. Kunci pepet biasanya ditemukan di hutan jati, persawahan, dan tanah berkapur hingga ketinggian 150 m (Kardono et al., 2003).

Di Indonesia dan Malaysia, kunci pepet seringkali disebut dengan nama kunci menir dan kunci kunat. Sementara itu, di Thailand, kunci pepet dikenal dengan nama Thao Nhang Haeng. Tumbuhan kunci pepet berbonggol dan tidak berbatang serta memiliki daun kecil (Tang et al., 2014; Yeap et al., 2017).

Kandungan Kunci Pepet yang Berkhasiat untuk Kesehatan

Kunci pepet telah lama digunakan sebagai salah satu komponen dalam pengobatan tradisional. Kunci pepet dapat membantu mengatasi nyeri perut, diare, demam, obesitas, dan sebagai tonik untuk wanita pasca melahirkan (Kardono et al., 2003).

Seiring perkembangan zaman, berbagai penelitian mengenai kandungan kimia kunci pepet telah dilakukan untuk mengetahui lebih dalam komponen-komponen kimia yang terkandung dalam kunci pepet.

Kunci pepet memiliki kandungan senyawa alkaloid, saponin, zanton, kumarid, flavonoid, terpen, fenolik, serta minyak atsiri. Secara lebih spesifik, kunci pepet mengandung senyawa kaempfolienol, crotepoxide, boesenboxide, 2’-hydroxy-4,-4’-,6’-trimethoxychalcone, zeylenol, 6-methylzeylenol, (24S)-24-methyl-5????-lanosta-9, 25-dien-3????-ol, sukrosa, ????-sitosterol, dan glikosida  (Raden Ajeng Nursamtari & Ade Zuhrotun, 2022; Tang et al., 2014).

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kunci pepet memiliki aktivitas antikanker karena kandungan 2’-hydroxy-4,-4’-,6’-trimethoxychalcone yang memiliki aktivitas antikanker payudara dan leukemia. Kunci pepet juga diketahui memiliki potensi antioksidan (Tang et al., 2014; Yeap et al., 2017).

Bagaimana Kunci Pepet untuk Hambat Penyerapan Lemak?

Obesitas merupakan kondisi ketika seseorang memiliki indeks massa tubuh lebih dari 30.0 kg/m2. Obesitas biasanya disebabkan karena konsumsi makanan kaya lemak dan kurangnya olahraga sehingga terjadi akumulasi lemak berlebih dalam tubuh. Lemak berlebih ini kemudian dipecah oleh tubuh menjadi asam lemak yang dapat disimpan di jaringan tubuh sehingga menyebabkan obesitas (Liu et al., 2020).

Kunci pepet membantu mengatasi obesitas dengan cara menghambat kerja enzim lipase pankreas, yaitu enzim yang berfungsi untuk menghidrolisis (memecah senyawa menggunakan air) lemak dalam usus menjadi senyawa gliserol dan asam lemak (Iswantini et al., 2015).

Efek penghambatan penyerapan lemak oleh kunci pepet terjadi karena adanya kandungan senyawa flavonoid, saponin, dan tanin dalam kunci pepet. Senyawa flavonoid, saponin, tannin, serta senyawa lain dalam tumbuhan memang telah banyak diteliti dapat menghambat aktivitas lipase pankreas (Tang et al., 2014).

Demikian informasi mengenai kandungan kunci pepet. Dapatkan informasi tentang herbal dan kesehatan lainnya di aplikasi Widya Herbal yang dapat diunduh melalui playstore dan appstore. Jika Anda ingin membaca atikel kesehatan berbasis riset dan jurnal, Anda dapat membaca artikel hanya di aplikasi dan website Widya Herbal.

Sumber:

Iswantini, D., Rahminiwati, M. I. N., & Wahyudin, A. (2015). Indonesian Medicinal Plants Extract As Anti-Obesity?: Inhibitory Effect on the Activity of Pancreatic Lipase. ISER 9 Th International Conference, October, 27–29.

Kardono, L. B. S., Minarti, Sutaryo, B., Buntari, S. T., & Kawanishi, K. (2003). Antioxidant Compound from The Rhizomes of Kaempferia Angustifolia Collected from Purworejo, Central Java Secondary Forest. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 1(1), 8–14. http://jifi.farmasi.univpancasila.ac.id/index.php/jifi/article/view/663

Liu, T. T., Liu, X. T., Chen, Q. X., & Shi, Y. (2020). Lipase Inhibitors for Obesity: A Review. Biomedicine and Pharmacotherapy, 128(November 2019). https://doi.org/10.1016/j.biopha.2020.110314

Raden Ajeng Nursamtari, & Ade Zuhrotun. (2022). Potensi Jamu Gendong Kunci Suruh Sebagai Agen Antikanker Dan Ko-Kemoterapi. Medical Sains?: Jurnal Ilmiah Kefarmasian, 7(2), 47–62. https://doi.org/10.37874/ms.v7i2.347

Tang, S. W., Sukari, M. A., Neoh, B. K., Yeap, Y. S. Y., Abdul, A. B., Kifli, N., & Cheng Lian Ee, G. (2014). Phytochemicals from kaempferia angustifolia Rosc. and their cytotoxic and antimicrobial activities. BioMed Research International, 2014. https://doi.org/10.1155/2014/417674

Yeap, Y. S. Y., Kassim, N. K., Ng, R. C., Ee, G. C. L., Saiful Yazan, L., & Musa, K. H. (2017). Antioxidant properties of ginger (Kaempferia angustifolia Rosc.) and its chemical markers. International Journal of Food Properties, 20(1), S1158–S1172. https://doi.org/10.1080/10942912.2017.1286508

 

Artikel Lainnya

Resep Racikan Jamu Sambiloto untuk ...

Fauziah

06 July 2022

Jantung Sehat Bukan Kebetulan: 7 Ke...

Digital Marketing

12 February 2026

Dukung UGM International Trail Run ...

Fauziah

27 October 2022