Yogyakarta (Antara) – Pakar Herbal Natalia mengajak masyarakat memanfaatkan obat herbal yang telah tersertifikasi untuk meningkatkan sistem imun tubuh di tengah masih tingginya kasus COVID-19.
Meningkatkan sistem imun tubuh bisa menggunakna tanaman obat yang diolah menjadi obat herbal yang sudah terstandarisasi dan memiliki sertifikasi serta izin sesuai dengan aturan yang ebrlaku,” kata Natalia dalam diskusi virtual Strategi Memenangkan Pertempuran: Tinjauan Kesehatand an Sosial Budaya dalam Penanganan COVID-19, Kamis.
Menurut diam meningkatkan sistem imunitas tubuh menajdi salah satu kebiasaan baru yang bisa dilakukan untuk melawan pandemi. Natalia mencontohkan ada banyak jenis herbal bermanfaat dan mudah didapatkan masyarakt.
“Misalnya saja tanaman kunuit yang bersifat antioksidan yang melindungi tubuh dari radikal bebas selain emmiliki sifat anti inflamasi untuk mengatasi peradangan,” kata Natalia yang juga dokter di Widya Herbal itu.
Pakar herbal lainnya apt. Risa Umari Yuli Aliviyanti, M.Pharm., Sci. menuturkan tidak semua pasien COVID-19 menunjukkan gejala atau gejala yang diderita hanya gejala ringan saja. Seperti varian Omicron yang belakangan menerjang ebrbagai daerah tanah air dan melonjakkan kembali kasus harian.
Perlu diketahui masyarakat, penyakit aklbat virus pada umumnya merupakan “self limiting disease”, ungkap dia. Sehingga, lanjut Risa, dalam situasi pandemi yang belum diketahui kapan berakhirnya ini, setiap orang mau tak mau harus bisa menjaga kekuatan pertahanan tubuhnya agar tak mudah terpapar.
Risa mengatakan dibalik masih masifnya penyebaran virus corona itu, untuk melawannya masyarakat juga diharap tidak terpaku hanya melihat dari penanganan sis media atau eksehatan saja. “ Kita juga perlu menilik dari sis sosial-budaya guna membentuk kebiasaan-kebiasaan baru dalam menekan pandemi,” Kata Risa yang juga CPO Widya Herbal itu.
Selain itu, kata dia, sekarang ini masyarakat juga dimudahkan oleh layanan telemedicine sehingga bsia berkonsultasi dengan dokter dimanapun dan kapanpun.
Pemerhati herbal Aries Ikawati Arifah menuturkan perlunya saling berkontribusi dalam mengedukasi masyarakat agar bisa memenangkan pertempuran melawan pandemi ini melalui tinjauan kesehatan dan social bduaya.
“Perlu langkah terintegrasi untuk mengatasi pandemi ini, seperti layanaan one stop solution terkait kesehatan, herbal dan teknologi untuk penerapannya,” kata Aries yang juga CEO Widya Herbal Indonesia itu.
Aries menuturkan pihaknya menekankan upaya dalam mengintegrasikan warisan budaya nusantara dengan advamced technology sehingga menciptakan product berdaya guna tinggi.
Fitu canggil Artificial Intelligence (AI) scan lidah untuk mendeteksi gejala pasien, telemedicine untuk berkontribudi gratis dengan dokter tersertifikasi herbal dan peresepan obat herbal menuju eprsonalized medicine dengan melihat kebutuhan spesifik konsumen.
Adapu dosen dan peneliti Program Studi Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Padjajaran Erna Herawati, S.Ant., Ama., Ph.D mengatakan kesadaran perilaku masyarakat di amsa pandemi ini perlu digugah sehingga bisa memiliki kebiasaan berperilaku sehat secara mandiri.
“Strategi budaya untuk mengubah perilaku itu diperlukan. Terkait dengan internalisasi norma-norma budaya, pemerintah sudah banyak melakukan himbauan dan kampanye untuk perubahan perilaku untuk menjalankan protokol kesehatan tetapi hal itu saja tidak cukup,” kata Erna.
Press release ini diunggah dari tim berita online JOGJA ANTARANEWS yang diunggah pada 4 Maret 2022. Update terus informasi event di media sosial kami seperti instagram, linkedin, dan tiktok.
Update juga info lainnya di aplikasi WIDYA HERBAL di PlayStore dan App Store.